Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Luncurkan Serangan Serentak Tiga Tahap terhadap Pasukan Amerika

Published

on

IRGC melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di Al-Azraq, Yordania, dalam gelombang ke-20 Operasi Nasr 2.
Sepah News melaporkan IRGC meluncurkan serangan tiga tahap terhadap sasaran militer Amerika di kawasan.

Ahlulbait Indonesia, 21 Juli 2026 – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa pasukan Angkatan Lautnya melancarkan serangan serentak dalam tiga tahap pada gelombang ke-23 Operasi Nasr 2 dengan sandi “Ya Ruqayyah (s.a)”, yang berhasil melancarkan pukulan telak terhadap pasukan Amerika di kawasan.

Menurut laporan Sepah News pada Senin (20/7/2026), dalam Pernyataan Nomor 33 disebutkan bahwa para pejuang Angkatan Laut IRGC, dengan bertawakal kepada Allah SWT serta didukung kehadiran rakyat Iran yang penuh kesadaran di berbagai medan, melancarkan serangan serentak dalam tiga tahap terhadap sasaran-sasaran militer Amerika.

Baca juga: Perbedaan Makna “Syahid” dan “Qatil” dalam Salat Jenazah Imam Ali Khamenei

IRGC merinci sasaran serangan tersebut sebagai berikut:

Tahap pertama: Menyerang hanggar penyimpanan dan perawatan pesawat nirawak milik unit-unit Amerika yang ditempatkan di Bandara Al-Sakhir, Bahrain. Menurut IRGC hanggar tersebut berhasil dihancurkan.

Tahap kedua: Menyerang hanggar persiapan kapal-kapal Task Force 59 (TF-59) di Pelabuhan Salman, Bahrain. Menurut IRGC, serangan itu menghancurkan fasilitas tersebut dan mengakibatkan kerusakan besar pada kapal-kapal yang berada di lokasi.

Tahap ketiga: Menyerang hanggar yang digunakan sebagai pusat penempatan, dukungan, dan perlengkapan pasukan komando khusus Angkatan Laut Amerika di Pangkalan Arifjan, Kuwait. Menurut IRGC, fasilitas tersebut terbakar dan hancur sepenuhnya.

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa serangan gencar para pejuang Islam dengan rudal dan pesawat nirawak akan terus berlanjut sebagai aksi balasan terhadap apa yang disebutnya sebagai agresi militer Amerika Serikat.

Baca juga: IRGC Jawab Seruan Pemimpin Revolusi: Amerika Akan Menerima “Pelajaran yang Tak Terlupakan”

IRGC selanjutnya menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali memperlihatkan ketidaktahuannya terhadap berbagai persoalan dunia. Menurut IRGC, Trump sendiri mengakui tidak memahami besarnya pengaruh Pemimpin Syahid di hati masyarakat dunia, kecintaan mendalam rakyat Iran dan bangsa-bangsa lain kepada beliau, maupun arti strategis Selat Hormuz bagi perekonomian global ketika memutuskan memulai perang di kawasan.

Dalam pernyataan itu, IRGC juga menyinggung ucapan Trump pada malam sebelumnya yang mengklaim bahwa persediaan rudal dan pesawat nirawak Iran tinggal sedikit dan segera habis.

Menanggapi pernyataan tersebut, IRGC menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat harus mengetahui, sekalipun perang berlangsung selama bertahun-tahun, dengan izin Allah SWT, hingga hari terakhir konflik, rudal dan pesawat nirawak Iran akan terus menghujani para pelaku kejahatan Amerika. []

Baca juga: Iran Pamer Citra Satelit, Bukti Serangan Presisi ke Pangkalan AS Terungkap