Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Ubah Kalkulasi Musuh, Perluas Perang ke Tingkat Regional

Published

on

Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Amir Kiomars Heidari menyampaikan pandangannya mengenai konflik terbaru, peran Selat Hormuz, dan kekuatan pertahanan Republik Islam Iran.
Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Amir Kiomars Heidari menyampaikan pandangannya mengenai konflik terbaru, peran Selat Hormuz, dan kekuatan pertahanan Republik Islam Iran.

Media ABI, 7 September 2026 – Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Amir Kiomars Heidari, mengatakan pihak lawan tidak memperkirakan Iran mampu mengubah jalannya perang hingga medan konflik meluas ke tingkat regional.

Pernyataan itu disampaikan Heidari dalam pelatihan teori ke-12 Maaref-e Jang Syahid Letnan Jenderal Ali Sayad Shirazi di Universitas Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya. Tasnim News Agency melaporkan pernyataan tersebut pada Senin, 7 September 2026.

Baca juga: Trump Siapkan Deklarasi Kemenangan Simbolis atas Iran

Heidari mengatakan pihak lawan telah menyusun berbagai skenario sebelum konflik dimulai. Melalui perang gabungan dan pemanfaatan unsur-unsur yang berafiliasi dengannya di dalam negeri, pihak lawan berupaya menciptakan kekacauan, ketidakamanan, dan ketidakstabilan di Iran.

Namun, perhitungan tersebut justru menjadi salah satu kelemahan mereka, menurut Heidari.

“Dalam pertarungan antara kebenaran dan kebatilan, salah satu faktor utama adalah kesalahan perhitungan musuh. Musuh selalu berusaha menilai secara keliru kemampuan, tekad, dan kapasitas bangsa Iran, dan persoalan inilah yang menyebabkan kegagalan perhitungan mereka,” katanya.

Heidari juga menyinggung Selat Hormuz yang disebutnya sebagai salah satu kawasan strategis penting di kawasan. Dengan arahan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam serta kemampuan personel dan peralatan Iran, Selat Hormuz memiliki kapasitas untuk memengaruhi perimbangan regional dan global.

Iran, katanya, telah memanfaatkan kapasitas strategis tersebut hingga memberikan pengaruh terhadap perimbangan ekonomi dunia.

Dalam perang 40 hari, Heidari menyebut kepatuhan penuh kepada Wilayah Faqih sebagai salah satu faktor penting keberhasilan Iran.

Baca juga: Iran Membongkar Titik Lemah Militer Amerika

“Musuh tidak membayangkan Republik Islam Iran mampu mengubah perimbangan perang dan memperluas medan pertempuran hingga ke tingkat regional,” ujarnya.

Heidari juga menyoroti peran pasukan pertahanan udara dalam perang 12 hari dan perang 40 hari. Pasukan tersebut berada di garis depan pertahanan dan memainkan peran penting dalam mempertahankan negara melalui keteguhan dan keberanian mereka, katanya.

Di hadapan peserta pelatihan Maaref-e Jang Syahid Letnan Jenderal Ali Sayad Shirazi, Heidari menekankan pentingnya meneruskan pengalaman dan pelajaran dari masa Pertahanan Suci kepada generasi muda.

Mahasiswa, menurutnya, dapat memanfaatkan pengalaman para veteran untuk memahami berbagai dimensi Pertahanan Suci, termasuk latar belakang dan proses terbentuknya perang 12 hari dan perang 40 hari, sebelum meneruskan pemahaman tersebut kepada generasi berikutnya.

Baca juga: Jet Tempur Saudi Bombardir Pasukan Pro-Riyadh di Taiz, Puluhan Tewas dan Terluka

Dalam pidatonya, Heidari menggambarkan kekuatan Republik Islam Iran sebagai hasil sinergi antara Wilayah Faqih, angkatan bersenjata, dan rakyat.

Wilayah Faqih, menurut Heidari, memberikan arahan kepada bangsa Iran pada berbagai masa sulit. Angkatan bersenjata mempertahankan kemerdekaan, keamanan, dan keutuhan wilayah negara, sedangkan rakyat berperan menggagalkan berbagai rencana dan upaya pihak lawan melalui kehadiran yang disebutnya sadar dan tepat waktu.

Menurut Heidari, kekuatan dan keberhasilan Republik Islam Iran lahir dari pertemuan tiga unsur tersebut, yang bersama-sama menggagalkan upaya pihak lawan untuk mencapai tujuannya. []

Baca juga: Pentagon Hentikan Penggunaan “Operation Epic Fury” untuk Perang Iran