Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Selat Hormuz Kini Sepenuhnya Tertutup

Published

on

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyatakan Selat Hormuz kini sepenuhnya tertutup dan Teheran akan menerapkan pembatasan baru terhadap kapal yang melintas.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyatakan Selat Hormuz kini sepenuhnya tertutup dan Teheran akan menerapkan pembatasan baru terhadap kapal yang melintas.

Media ABI, 7 September 2026 – Selat Hormuz kini sepenuhnya tertutup. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei, yang sekaligus membantah keterangan Amerika Serikat bahwa jalur perairan strategis tersebut masih terbuka.

Berbicara dalam wawancara di televisi nasional Shabake Khabar pada Minggu malam, 6 September, Rezaei mengatakan penutupan Selat Hormuz berkaitan dengan perubahan strategi Iran dalam perang dan perundingan setelah Donald Trump keluar dari Kesepahaman Islamabad.

Baca juga: Trump Bilang Militer Iran Sudah Hancur, Hegseth Rupanya Tidak Yakin

“Setelah Trump keluar dari Kesepahaman Islamabad, kami sampai pada kesimpulan bahwa kami harus menempuh strategi baru dalam perang dan perundingan. Keluarnya Amerika Serikat dari kesepahaman itu membawa kami ke jalur baru,” katanya.

Menurut Rezaei, perubahan pertama dari strategi tersebut terlihat di Selat Hormuz.

“Selat Hormuz sekarang sepenuhnya tertutup. Pernyataan Amerika bahwa selat itu terbuka adalah kebohongan,” ujarnya.

Sebelum perang, jutaan barel minyak dan perdagangan bernilai miliaran dolar melintasi jalur tersebut. Kini, kata Rezaei, hanya sekitar tujuh hingga delapan kapal pengangkut bahan pangan yang masih melewatinya.

Rezaei juga menuduh Amerika Serikat berusaha meloloskan lima hingga enam kapal melalui perairan di sekitar batuan Oman dengan perangkat komunikasi dimatikan. Namun, menurut keterangannya, sebagian besar kapal tersebut menjadi sasaran serangan dan tidak satu pun dapat melintas tanpa mengalami kerusakan.

Baca juga: Perang Hari Ini sebagai Pertarungan Kehendak dan Ketahanan

Di tengah kondisi itu, Iran akan menetapkan kawasan terlarang baru di luar Selat Hormuz. Wilayah tersebut mencakup kawasan dari sisi pengepungan Amerika Serikat hingga Selat Hormuz dan perairan di dalam Teluk Persia.

Kapal yang melintasi wilayah tersebut dengan cara yang dianggap melanggar ketentuan akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi Iran. Kebijakan yang sama juga akan diterapkan terhadap kapal yang bergerak dari sisi barat maupun timur Selat Hormuz apabila berhenti atau melakukan tindakan yang dinilai melanggar ketentuan.

“Kapal-kapal itu akan menghadapi persoalan asuransi. Mereka tahu bahwa jika ingin melintas kembali, kawasan ini berada di tangan kami,” kata Rezaei.

Menurutnya, banyak kapal yang telah melewati jalur tersebut pada akhirnya kembali melalui kawasan yang sama. Dengan kebijakan baru itu, Selat Hormuz akan menjadi kawasan yang berada dalam rezim sanksi Iran. []

Baca juga: Tentara Al-Jolani, Seragam Boleh Sama tapi Otaknya Berbeda