Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Mantan Penasihat Obama: Ketahanan Iran Selalu Mengejutkan AS

Published

on

Persediaan rudal balistik Iran disebut kembali mencapai sekitar 2.500 unit setelah sebelumnya turun menjadi sekitar 1.300.
Mantan perunding Amerika Serikat Dennis Ross mengatakan ketahanan masyarakat Iran membuat tekanan ekonomi dan militer belum tentu mampu memaksa Teheran mundur.

Media ABI, 7 September 2026 – Mantan pejabat Amerika Serikat Dennis Ross mengakui tekanan ekonomi dan militer belum tentu mampu memaksa Iran mundur. Ketahanan masyarakat Iran, menurutnya, selama ini berulang kali mengejutkan Washington.

Pernyataan itu disampaikan Ross dalam laporan Reuters yang dikutip Fars News Agency pada Minggu, 6 September 2026. Mantan perunding Amerika Serikat yang pernah berkiprah dalam pemerintahan Demokrat dan Republik tersebut mengatakan Washington mungkin melihat tekanan terhadap ekonomi Iran sebagai keberhasilan strategi, padahal keadaan yang dihadapi jauh lebih rumit.

Baca juga: Selat Hormuz Kini Sepenuhnya Tertutup

Ross menilai Teheran tetap bertekad menunjukkan kemampuannya mengendalikan Selat Hormuz. Di saat bersamaan, Iran disebut tetap mengatur penggunaan kekuatan militernya sambil mempertahankan pilihan untuk meningkatkan ketegangan.

Para pejabat Iran, kata Ross, tampaknya yakin mampu menanggung tekanan ekonomi dan melewati masa sulit yang sedang dihadapi.

“Orang-orang Iran selalu mengejutkan kami dalam hal ketahanan,” kata Ross.

Karena itu, Ross meragukan tekanan ekonomi dan militer semata akan cukup untuk memaksa Iran mengubah sikap atau meninggalkan posisinya. Di kalangan pengambil kebijakan Iran, menurutnya, terdapat keyakinan bahwa tekanan tersebut dapat dihadapi dan Teheran pada akhirnya tetap mampu mencapai tujuan yang diinginkan.

Serangan dan Sentimen Patriotik

Penilaian senada disampaikan Burcu Ozcelik, peneliti senior di Royal United Services Institute. Serangan militer, menurutnya, justru telah memperkuat sentimen patriotik di Iran.

“Tekanan ekonomi memang meningkatkan risiko keresahan masyarakat, tetapi saat ini tampaknya suasana perang memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap masyarakat,” katanya.

Baca juga: Israel Mungkin Tak Bertahan hingga 2048, Kata Penulis Zionis

Ozcelik mengatakan campur tangan militer asing, jatuhnya korban sipil, serta pandangan bahwa Iran tengah menghadapi konfrontasi yang lebih luas dengan tatanan yang dipimpin Amerika Serikat telah memperkuat dukungan patriotik terhadap pemerintahan dan gagasan “Iran di Atas Segalanya”.

Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian sejumlah pengamat Barat yang sebelumnya menyoroti kemungkinan salah perhitungan Amerika Serikat dalam menghadapi Iran melalui tekanan ekonomi dan serangan militer.

Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk sejumlah negara di Asia Barat James Jeffrey juga pernah mempertanyakan efektivitas kampanye tekanan ekonomi Washington. Dalam wawancara dengan Politico, Jeffrey mengatakan sulit membayangkan akan muncul perubahan yang menentukan setelah Iran menghadapi sanksi Amerika Serikat selama dua dekade dan memiliki pengalaman panjang dalam mengatasinya.

“Sulit untuk percaya bahwa, setelah 20 tahun sanksi Amerika dan pengalaman Iran dalam menghindarinya, sekarang akan terjadi sesuatu yang menentukan,” kata Jeffrey. []

Baca juga: Pentagon Hentikan Penggunaan “Operation Epic Fury” untuk Perang Iran