Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Yaman Peringatkan Arab Saudi, Jangan Buang Waktu

Published

on

Muhammad al-Farah, anggota Biro Politik Ansarullah Yaman, memperingatkan Arab Saudi agar tidak membuang waktu dan menyatakan Riyadh pada akhirnya akan dipaksa meninggalkan Yaman.
Muhammad al-Farah, anggota Biro Politik Ansarullah Yaman, memperingatkan Arab Saudi agar tidak membuang waktu dan menyatakan Riyadh pada akhirnya akan dipaksa meninggalkan Yaman.

Ahlulbait Indonesia, 9 Agustus 2026 – Yaman memperingatkan Arab Saudi agar tidak terus membuang waktu dan menyia-nyiakan peluang terkait penyelesaian konflik Yaman. Muhammad al-Farah, anggota Biro Politik Ansarullah Yaman, menyampaikan peringatan tersebut melalui platform X, seperti dilaporkan Kantor Berita Tasnim pada Minggu (9/8/2026).

Al-Farah menulis bahwa Arab Saudi terus membuang waktu dan menyia-nyiakan peluang karena terjebak dalam anggapan bahwa dunia akan turun tangan membela kebijakan dan perhitungan politik yang disebutnya telah gagal.

Baca juga: Saudi Terpukul, Yaman Ancam Balas Setiap Eskalasi

“Arab Saudi membuang waktu dan menyia-nyiakan peluang, serta tenggelam dalam ilusi bahwa dunia akan menjadi medan untuk membela kebijakan bodoh dan ilusi mentahnya yang telah gagal,” tulis Al-Farah.

Dia menyebut sejumlah negara mungkin memberikan dukungan kepada Arab Saudi melalui pernyataan dan kecaman, atau bahkan mengumumkan aliansi formal dengan Riyadh. Namun, menurut Al-Farah, dukungan tersebut tidak akan mengubah hasil akhir yang akan dihadapi Arab Saudi.

“Sebagian negara mungkin akan memuaskan kalian dengan pernyataan dan kecaman, atau mengumumkan aliansi semu dengan kalian,” tulisnya.

Al-Farah kemudian menyatakan bahwa Arab Saudi pada akhirnya akan dipaksa meninggalkan Yaman dan membayar kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama konflik.

Baca juga: Yaman kepada Saudi: Pakta Makkah Tak Akan Mengubah Apa Pun

“Keyakinan yang pasti dan tidak dapat dihindari adalah bahwa Arab Saudi akan dipaksa meninggalkan Yaman, membayar ganti rugi atas setiap batu yang dihancurkannya di Yaman, mencabut blokadenya, menarik tangannya dari pelabuhan dan bandara, mengambil pelajaran, serta mengetahui batas-batasnya,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi Ansarullah terhadap keterlibatan Arab Saudi dalam konflik Yaman. Al-Farah menempatkan penghentian blokade serta berakhirnya keterlibatan Riyadh di pelabuhan dan bandara Yaman sebagai bagian dari tuntutan yang disebutnya harus dipenuhi Arab Saudi. []

Baca juga: NBC News Bongkar Kejahatan AS di Yaman