Internasional
Gambar Terbaru Perlihatkan Kerusakan Pangkalan AS setelah Serangan Rudal Iran

Ahlulbait Indonesia, 10 Agustus 2026 — Gambar terbaru yang memperlihatkan dampak serangan rudal Iran terhadap posisi dan pangkalan militer Amerika Serikat di Asia Barat telah dipublikasikan, di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
Kantor Berita Tasnim pada Senin (10/8/2026) mempublikasikan sejumlah gambar yang memperlihatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur militer AS setelah serangan rudal Iran.
Baca juga: Langit Iran Tak Lagi Aman bagi Jet Tempur dan Drone AS
Selain itu televisi pemerintah Iran sebelumnya juga menayangkan rekaman yang memperlihatkan sebuah kapal dicegat oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di jalur pelayaran strategis tersebut.
Rekaman yang disiarkan pada Sabtu (8/8) itu muncul ketika pembatasan transit yang diberlakukan Iran di Selat Hormuz masih berlangsung. Dalam video yang dirilis Viory, bagian kapal terlihat mengalami kerusakan sangat parah, sementara seorang prajurit berseragam militer tampak berjalan di atas kapal.
Iran sebelumnya juga mempublikasikan foto sejumlah drone Amerika Serikat dan Israel yang diklaim berhasil dihancurkan. Klaim tersebut menjadi bagian dari upaya Teheran menunjukkan kemampuan pertahanan dan daya tangkalnya di tengah eskalasi dengan Washington dan Tel Aviv.
Baca juga: Perang dengan AS Uji Doktrin dan Teknologi Pertahanan Udara Iran
IRGC menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya bergantung pada kepatuhan Amerika Serikat terhadap persyaratan yang ditetapkan Teheran. Pernyataan tersebut sekaligus membantah spekulasi bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran itu bergantung pada negosiasi bilateral yang tengah berlangsung antara Iran dan Oman.
Rangkaian perkembangan tersebut menunjukkan bahwa konfrontasi Iran-AS berlangsung di beberapa medan sekaligus, dari pangkalan dan aset militer hingga jalur pelayaran strategis. Bagi Teheran, Selat Hormuz bukan hanya jalur penting perdagangan energi, tetapi juga memiliki nilai strategis sebagai instrumen tekanan terhadap Amerika Serikat dan kepentingan regionalnya.
Setiap gangguan terhadap pelayaran di selat tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang melampaui kawasan, terutama terhadap keamanan maritim, arus perdagangan energi, dan stabilitas pasar minyak global. []
Baca juga: Iran Ubah Doktrin Pertahanan Udara, Tinggalkan Doktrin Lama














