Internasional
Saudi Minta Oman Bantu Hentikan Perang di Yaman

Media ABI, 18 September 2026 – Arab Saudi meminta Oman membantu membuka jalan menuju gencatan senjata dengan Yaman setelah bertahun-tahun melancarkan perang di negara tersebut. Surat kabar Lebanon Al-Akhbar melaporkan Riyadh meminta Muscat menjadi mediator untuk gencatan senjata selama dua pekan.
Fars News Agency melaporkan pada Kamis, 17 September 2026, bahwa selama masa gencatan senjata itu seluruh tuntutan kemanusiaan Yaman akan dibahas. Saudi juga disebut menginginkan kesepakatan mengenai tuntutan tersebut diumumkan setelah satu pekan.
Baca juga: Pakar Iran International Sebar Hoax, Klaim Yaman Serang Makkah
Yaman, menurut Al-Akhbar, menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui pembahasan tuntutan kemanusiaan. Sanaa menginginkan seluruh tuntutannya dipenuhi, termasuk penyelesaian akhir terhadap perang dan penghentian intervensi Saudi di Yaman.
Permintaan Riyadh kepada Oman muncul ketika kemampuan pertahanan Saudi menghadapi tekanan. Associated Press melaporkan bahwa persediaan rudal pencegat Saudi menurun di tengah berlanjutnya pertempuran dengan pasukan Yaman. Riyadh kemudian meminta bantuan sejumlah sekutu regional dan negara Barat.
Menurut dua pejabat regional yang dikutip AP, Saudi meminta Prancis, Inggris, Pakistan dan Mesir menempatkan personel serta peralatan pendukung pertahanan udara di kawasan untuk membantu menghadapi rudal dan drone dari Yaman. Salah satu pejabat menggambarkan kondisi Saudi sebagai situasi yang sangat sulit karena Riyadh harus melindungi pangkalan militer, fasilitas vital dan instalasi minyak.
Di tengah tekanan tersebut, Al-Akhbar juga melaporkan bahwa Yaman menginginkan penyelesaian perang yang mengakhiri ekspansi dan intervensi Saudi di negaranya. Sanaa juga menuntut kompensasi atas perang yang telah berlangsung.
Baca juga: Iran Perluas Peran Perempuan di Industri Pertahanan
Persoalan politik internal Yaman ditempatkan terpisah dari tuntutan tersebut. Menurut laporan yang dikutip Fars News Agency, Sanaa menegaskan bahwa pembicaraan dengan pihak-pihak lain di dalam negeri merupakan urusan internal Yaman dan tidak boleh menjadi ruang intervensi pihak luar.
Permintaan mediasi kepada Oman dengan demikian membuka jalur diplomatik di tengah tekanan militer yang masih berlangsung. Namun, perbedaan tuntutan menunjukkan bahwa gencatan senjata dua pekan yang diusulkan Riyadh belum dengan sendirinya menyelesaikan persoalan yang menjadi dasar konflik. []
Baca juga: Kehilangan Payung AS, Negara-Negara Teluk Cari Perlindungan Baru







