Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Rudal Iran Kembali Capai 2.500, Mossad Dibuat Pusing

Published

on

Persediaan rudal balistik Iran disebut kembali mencapai sekitar 2.500 unit setelah sebelumnya turun menjadi sekitar 1.300.
Persediaan rudal balistik Iran disebut kembali mencapai sekitar 2.500 unit setelah sebelumnya turun menjadi sekitar 1.300.

Media ABI, 18 Agustus 2026 – Pemulihan cepat kemampuan rudal balistik Iran setelah serangkaian serangan Israel kembali menjadi perhatian kalangan keamanan Israel. Menurut laporan Kayhan pada Selasa (18/8/2026), yang mengutip The Jerusalem Post, persediaan rudal balistik Iran yang sebelumnya diperkirakan turun dari sekitar 3.000 unit menjadi 1.300 unit kini kembali mencapai sekitar 2.500 unit hanya dalam delapan bulan.

Baca juga: Velayati: Keluarga Amerika Kini Membayar Tunai Judi Politik Para Pemimpinnya

Perkembangan tersebut disebut mengejutkan perhitungan Israel mengenai dampak serangan terhadap kemampuan rudal Iran. Sejumlah sumber militer Israel mengakui bahwa kemampuan Teheran membangun kembali persediaan dan sistem rudalnya berlangsung lebih cepat daripada perkiraan.

Perhatian kalangan keamanan Israel kini tidak hanya tertuju pada jumlah rudal yang tersedia, tetapi juga pada kecepatan produksi dan pemulihan industri pertahanan Iran. Sejumlah analis Israel menilai kemampuan Iran memproduksi rudal dalam jumlah besar setiap bulan memungkinkan Teheran mengisi kembali persediaannya dalam waktu relatif singkat.

The Jerusalem Post sebelumnya melaporkan bahwa intelijen Israel memperkirakan Iran memiliki kapasitas untuk meningkatkan jumlah rudalnya secara signifikan apabila kemampuan industrinya terus berkembang.

Baca juga: IRGC Bantah Klaim Trump soal Dialog Rahasia dengan Garda Revolusi

Ketidakpastian juga terlihat dalam perkiraan Israel mengenai jumlah rudal yang masih dimiliki Iran. Pada April 2026, The Jerusalem Post melaporkan bahwa sejumlah sumber militer Israel mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa banyak rudal balistik Iran yang masih tersedia setelah serangkaian serangan. Sebagian rudal yang tertimbun juga dinilai masih mungkin dipulihkan.

Kemampuan Iran memulihkan fasilitas produksi turut menjadi perhatian. Dalam laporan Maret 2026, The Jerusalem Post menyebut serangan Israel telah mengganggu sejumlah kompleks industri militer Iran. Namun, sejumlah sumber militer Israel mengakui sulit memperkirakan seberapa cepat Teheran dapat memulihkan kapasitas produksinya.

Perkembangan tersebut membuat perhitungan Israel tidak lagi hanya berkisar pada jumlah rudal yang berhasil dihancurkan dalam serangan, tetapi juga pada kemampuan Iran mengganti persediaan dan memulihkan kapasitas produksinya. Kembalinya jumlah rudal Iran ke kisaran 2.500 unit dalam waktu delapan bulan menjadi salah satu indikator yang memperumit perkiraan tersebut. []

Baca juga: Pejabat Iran kepada Reuters: Kami Tak Akan Menunggu AS Perpanjang Blokade