Internasional
Ukraina Siapkan Rudal Balistik untuk Serang Rusia

Media ABI, 18 Agustus 2026 – Mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov mengatakan Ukraina akan mampu menghantam Rusia dengan rudal balistik dalam tiga hingga enam bulan mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Kyiv terus mengembangkan kemampuan rudal jarak jauh dan menguji sejumlah sistem baru.
Menurut laporan Fars News Agency pada Senin (17/8/26), Fedorov menyampaikan perkiraan tersebut dalam sebuah wawancara ketika membahas perkembangan perang Rusia-Ukraina dan kemampuan rudal Ukraina.
Baca juga: Pejabat Iran kepada Reuters: Kami Tak Akan Menunggu AS Perpanjang Blokade
“Dalam tiga hingga enam bulan ke depan, sebuah rudal balistik Ukraina akan menghantam Rusia,” kata Fedorov.
Pernyataan tersebut muncul ketika Ukraina dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan kemajuan dalam pengembangan dan produksi rudal jarak jauh. Sejumlah sistem juga telah menjalani pengujian. Kementerian Pertahanan Ukraina sebelumnya mengumumkan pengembangan kemampuan rudal balistik sebagai bagian dari transformasi industri pertahanan negara tersebut.
Perang masa depan akan diwarnai robot dan drone
Fedorov juga menyoroti perubahan karakter perang modern. Menurut dia, tahap berikutnya dalam perang Rusia-Ukraina akan ditandai oleh pertempuran antara robot dan drone yang berhadapan dengan sistem robotik serta drone otonom lainnya.
Dia menyebut perkembangan tersebut sebagai “masa depan yang tidak terhindarkan”. Menurut Fedorov, mitra-mitra Barat Ukraina kini mulai memahami bahwa masa depan peperangan akan semakin ditentukan oleh drone dan teknologi robotik.
Fedorov mengatakan dua hingga tiga tahun lalu para mitra Barat Ukraina belum memahami perubahan tersebut. Saat itu, menurut dia, mereka belum percaya bahwa “masa depan adalah milik drone dan perang adalah perang drone”.
Kini, menurut Fedorov, seluruh mitra utama Ukraina telah memahami bahwa kondisi perang telah berubah dan teknologi drone serta robotik akan memainkan peran yang semakin besar.
Baca juga: Senator Demokrat Murka: Trump Seret AS ke Perang Iran dengan Kebohongan
Fedorov puji Elon Musk dan SpaceX
Dalam wawancara tersebut, Fedorov juga memuji peran Elon Musk dalam perang Ukraina. Dia menyebut Musk sebagai “tokoh teknologi dan pengusaha paling penting di seluruh dunia” bagi Ukraina.
Fedorov secara khusus menyinggung keputusan SpaceX menonaktifkan layanan Starlink yang menurut dia digunakan secara ilegal oleh pihak Rusia di wilayah Ukraina. Menurut Fedorov, langkah tersebut membantu menyelamatkan sistem pertahanan udara, penerbangan, serta nyawa ribuan warga sipil Ukraina.
“Langkah itu menyelamatkan sistem pertahanan udara, penerbangan dan secara keseluruhan nyawa ribuan warga sipil kami,” ujarnya.
Fedorov mengatakan pemerintah Ukraina terus berkomunikasi dengan Elon Musk dan tim SpaceX. Menurut dia, kerja sama teknologi antara kedua pihak masih berlangsung.
Baca juga: Mantan Panglima AS Kaget Iran Mampu Hancurkan Pangkalan di Kawasan
Fedorov merupakan salah satu pejabat Ukraina yang mendorong penggunaan teknologi dan inovasi dalam perang. Selama menjabat sebagai menteri pertahanan, pemerintah Ukraina memperluas produksi drone dan sistem robotik darat serta mendorong penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan dalam sektor pertahanan.
Fedorov meninggalkan jabatan menteri pertahanan pada Juli 2026 dalam perombakan pemerintahan Ukraina. Setelah diberhentikan, dia menolak tawaran untuk menempati posisi pemerintahan lain dan menyatakan hanya jabatan menteri pertahanan yang menurutnya memiliki kewenangan cukup untuk melanjutkan agenda pertahanan yang dia dorong. []
Baca juga: Kapal Tanker UEA Diserang di Selat Hormuz







