Internasional
Pentagon Bingung Ungkap Rahasia Serangan Presisi Iran

Media ABI, 18 Agustus 2026 – Pentagon masih mencari penjelasan mengenai bagaimana Iran dapat meningkatkan ketepatan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan. Dugaan terbaru mengarah pada penggunaan aplikasi pelacak aktivitas olahraga yang diduga dapat membuka pola pergerakan personel militer AS.
Selama beberapa pekan terakhir, militer Amerika Serikat melakukan penyelidikan untuk mengetahui faktor yang membuat serangan Iran terhadap pangkalan AS semakin presisi, terutama dalam rangkaian konflik terbaru.
Baca juga: Pejabat Iran kepada Reuters: Kami Tak Akan Menunggu AS Perpanjang Blokade
Fars News Agency sebelumnya mengutip laporan Newsmax pada 30 Juli yang menyebut Pentagon menduga Iran mungkin memanfaatkan teknologi iklan digital untuk menentukan lokasi personel Amerika. Namun, laporan terbaru Newsweek mengungkap dugaan lain yang kini menjadi perhatian pejabat Amerika, yaitu penggunaan aplikasi Strava oleh personel militer.
Strava merupakan layanan berbasis internet untuk mencatat dan membagikan aktivitas olahraga. Aplikasi tersebut dapat merekam rute dan waktu aktivitas pengguna. Jika dikumpulkan dalam jumlah besar, data tersebut dapat membentuk gambaran mengenai pola aktivitas rutin yang dalam analisis intelijen dikenal sebagai pattern of life.
Pentagon telah lama menyadari risiko tersebut. Pada 2018, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pemerintah Amerika Serikat menyimpulkan bahwa data Strava dapat menimbulkan risiko keamanan. Penggunaan fitur pelacakan lokasi aplikasi tersebut oleh personel militer kemudian dilarang tanpa izin.
Namun, laporan investigasi Sky News pada 12 Agustus 2026 menunjukkan data aktivitas Strava masih dibagikan oleh lebih dari 1.300 pengguna dari pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Sky News menemukan ribuan aktivitas olahraga yang dapat memperlihatkan pola kehidupan sehari-hari di sejumlah pangkalan, termasuk aktivitas dan perpindahan personel.
Baca juga: Senator AS: Kami Masih Belum Tahu Mengapa Berperang dengan Iran
Jonathan Hackett, pakar operasi khusus, menyebut lemahnya penerapan aturan dan kurangnya kesadaran sebagai faktor yang memungkinkan data lokasi tetap dibagikan. Menurut dia, Iran kemungkinan dapat memanfaatkan aplikasi seperti Strava sebagai salah satu sumber informasi untuk memantau pergerakan pasukan Amerika di Timur Tengah.
Laporan Sky News juga menyebut data Strava berpotensi membantu pihak yang melakukan pemantauan membangun gambaran mengenai pola aktivitas personel. Joseph Jarnecki, peneliti di Royal United Services Institute dan pakar keamanan nasional, menilai sangat mungkin Iran menggunakan Strava bersama sumber data lain untuk mengetahui perpindahan personel Amerika.
Dugaan mengenai Strava menjadi hipotesis terbaru dalam pencarian Pentagon terhadap penyebab meningkatnya ketepatan serangan Iran. Sebelumnya, sejumlah kemungkinan lain telah muncul, termasuk bantuan Rusia dan China, pemanfaatan teknologi iklan digital, serta informasi yang berasal dari perangkat komunikasi personel Amerika.
Reuters pada 29 Juli melaporkan bahwa Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM, memperingatkan personel Amerika mengenai risiko unggahan video melalui telepon seluler. Menurut Cooper, materi yang dipublikasikan secara daring dapat membantu Iran menilai dampak serangan dan meningkatkan kemampuan untuk melakukan serangan lanjutan.
Baca juga: CNN: Perang Iran Makin Membebani Trump, dari Krisis Amunisi hingga Moral Pasukan
Cooper juga memperingatkan mengenai penggunaan perangkat seluler di wilayah operasi. Dua sumber Reuters mengatakan sejumlah personel Amerika di Yordania diberi tahu bahwa telepon mereka kemungkinan akan disita. Sumber lain mengatakan langkah tersebut sedang dipertimbangkan di kawasan karena alasan keamanan operasional.
Persoalan tersebut menunjukkan bahwa perhatian Pentagon tidak terbatas pada satu aplikasi. Informasi dari telepon seluler, aplikasi kebugaran, unggahan media sosial, dan sumber terbuka lainnya dinilai dapat memberikan petunjuk mengenai keberadaan serta aktivitas pasukan Amerika.
Dalam laporan Sky News, pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Manama, Bahrain, disebut sebagai salah satu fasilitas yang menjadi sasaran serangan Iran pada 1 Maret. Sky News juga menemukan aktivitas Strava dari personel yang pernah bertugas di fasilitas tersebut.
Baca juga: Citra Satelit Perlihatkan Kerusakan Infrastruktur Militer AS akibat Serangan Iran
Serangan Iran dalam putaran konflik yang dimulai pada 7 Juli disebut semakin intens. Fars mengutip laporan The Intercept yang menyebut Iran telah menyerang sedikitnya sembilan pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah sejak 9 Juli.
Sejauh ini, Pentagon belum memiliki satu penjelasan pasti mengenai bagaimana Iran memperoleh informasi yang memungkinkan serangan terhadap posisi Amerika menjadi semakin presisi. Penyelidikan masih mencakup berbagai kemungkinan, mulai dari data komersial dan aplikasi kebugaran hingga penggunaan telepon seluler serta materi yang dibagikan secara terbuka. []
Baca juga: Keterlibatan Kanada dalam Perang terhadap Iran Mulai Terindikasi







