Internasional
Militer Yaman Tembak Jatuh Drone Pengintai Saudi di Hajjah

MEDIA ABI, 28 September 2026 — Militer Yaman menyatakan telah menembak jatuh sebuah drone pengintai bersenjata milik Arab Saudi di wilayah udara Provinsi Hajjah, Yaman, Minggu (27/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, dan dilaporkan Mehr News pada Minggu (27/9/2026). Drone tersebut disebut ditembak jatuh menggunakan senjata yang dinilai sesuai dengan karakteristik sasaran.
Baca juga: IRGC Sebut Hormuz Jadi “Medan Perburuan” Drone Laut AS
Menurut Saree, drone yang ditembak jatuh merupakan jenis KARAYEL, drone pengintai bersenjata yang digunakan Saudi. Drone tersebut dilaporkan beroperasi di wilayah Al-Tinah, Provinsi Hajjah, ketika berhasil dideteksi dan ditembak jatuh.
“Angkatan Bersenjata Yaman berhasil menembak jatuh drone pengintai bersenjata KARAYEL milik musuh Saudi di wilayah Al-Tinah, Provinsi Hajjah, menggunakan senjata yang sesuai,” kata Saree, seperti dikutip Mehr News.
Media militer Yaman kemudian merilis rekaman yang disebut memperlihatkan bangkai drone KARAYEL setelah ditembak jatuh di Hajjah. Namun, informasi mengenai jenis senjata yang digunakan untuk menjatuhkan drone tersebut tidak disebutkan.
KARAYEL merupakan drone yang dikembangkan perusahaan Turki Vestel Defence Industry. Platform tersebut dirancang untuk misi pengintaian dan pengawasan serta dapat membawa persenjataan dalam konfigurasi tertentu.
Penembakan drone ini terjadi di tengah meningkatnya kembali aktivitas militer di Yaman. Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan yang berbasis di Sanaa dan pasukan yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman saling melaporkan serangan di sejumlah wilayah.
Pada awal September, misalnya, pasukan Sanaa juga menyatakan telah menembak jatuh sejumlah drone pengintai Saudi dalam waktu kurang dari 24 jam. Mereka menyebut dua drone CH-4 dan dua Wing Loong II sebagai bagian dari rangkaian drone yang ditembak jatuh dalam periode tersebut.
Baca juga: Delapan Marinir AS Terluka dalam Serangan Rudal Iran di Hormuz
Perkembangan ini menunjukkan bahwa drone pengintai menjadi bagian penting dalam operasi militer di Yaman. Bagi pihak yang mengoperasikannya, drone dapat digunakan untuk mengawasi pergerakan lawan dan mengumpulkan informasi tanpa menempatkan pesawat berawak di wilayah berisiko.
Sementara bagi pihak yang menjadi sasaran, kemampuan mendeteksi dan menjatuhkan drone menjadi bagian dari pertahanan udara sekaligus upaya membatasi kemampuan pengintaian lawan.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada keterangan independen dari pemerintah Arab Saudi mengenai klaim penembakan jatuh drone KARAYEL di Hajjah tersebut. Karena itu, rincian mengenai operasi dan kondisi drone masih mengacu pada keterangan pihak Yaman. []
Baca juga: Mantan Perwira Intelijen AS: Narasi Washington soal Penyelamatan Pilot dari Iran Dibuat-buat







