Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pejabat Iran kepada Reuters: Kami Tak Akan Menunggu AS Perpanjang Blokade

Published

on

Wakil Politik IRGC Brigjen Yadollah Javani menyampaikan pernyataan mengenai penuntutan darah Pemimpin Revolusi dan perkembangan situasi strategis di kawasan.

Media ABI, 18 Agustus 2026 – Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Tehran tidak akan menunggu Amerika Serikat memperpanjang blokade. Jika tidak ada kemajuan dalam perundingan dengan Washington, Iran akan mengambil kebijakan yang sepenuhnya ofensif.

Mengutip Reuters, Mehr News Agency pada Senin (17/8/26) melaporkan pejabat senior Iran tersebut memperingatkan bahwa Tehran akan mengambil langkah yang lebih agresif jika perundingan dengan Amerika Serikat tidak mengalami kemajuan.

Baca juga: Senator Demokrat Murka: Trump Seret AS ke Perang Iran dengan Kebohongan

Menurut pejabat tersebut, Tehran telah menetapkan tenggat waktu beberapa pekan untuk pelaksanaan nota kesepahaman. Iran, katanya, tidak akan menunggu Amerika Serikat terus memperpanjang blokade.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Brigadir Jenderal Yadollah Javani, Wakil Kepala Politik Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, berbicara dalam program berita khusus pada Senin malam.

Javani mengatakan surat penugasan Mayor Jenderal IRGC Ahmad Vahidi menekankan bukan hanya pencegahan maksimal, tetapi juga pendekatan baru dalam menghadapi setiap tindakan musuh.

“Mulai sekarang, setiap tindakan yang kita lakukan, meskipun bersifat defensif, harus mengambil bentuk ofensif,” ujar Javani.

Baca juga: Trump Serang Fox News, Tuduh Kejar Berita Palsu

Menurut Javani, pihak yang memulai perang adalah musuh sehingga tindakan Iran tetap bersifat defensif. Namun, tindakan tersebut dapat sekaligus mengambil karakter ofensif.

“Yang penting adalah bahwa pihak yang memulai perang adalah musuh dan tindakan kita dalam proses ini bersifat defensif, meskipun mungkin mengambil karakter ofensif. Ini merupakan salah satu pendekatan transformasional angkatan bersenjata,” kata Javani. []

Baca juga: Korea Selatan Tolak Permintaan Trump untuk Ikut Melucuti Nuklir Iran