Internasional
IRGC Bantah Klaim Trump soal Dialog Rahasia dengan Garda Revolusi

Media ABI, 18 Agustus 2026 – Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebi, membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Washington sedang melakukan komunikasi rahasia dengan pejabat IRGC terkait perang.
Berbicara kepada Tasnim News Agency pada Senin malam (17/8/26), Mohebi menegaskan tidak ada pembicaraan antara pejabat IRGC dan Amerika Serikat. Menurut dia, klaim Trump merupakan fantasi yang muncul akibat kekalahan dan keputusasaan dalam perang.
Baca juga: Pejabat Iran kepada Reuters: Kami Tak Akan Menunggu AS Perpanjang Blokade
“Tidak ada pembicaraan antara pejabat IRGC dan Amerika. Kebohongan Trump ini hanyalah fantasi yang muncul akibat ilusi dan mimpi buruk yang dialaminya karena kekalahan dan keputusasaan dalam perang,” ujar Mohebi.
Mohebi mengatakan IRGC merupakan “lengan dan bahasa kekuatan rakyat Iran dan Republik Islam” yang menyampaikan sikapnya melalui medan perang. Menurut dia, urusan diplomatik berada dalam kewenangan lembaga lain dalam pemerintahan Republik Islam Iran.
Dia menambahkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima serta penegasan para pejabat Kementerian Luar Negeri Iran, saat ini juga tidak ada pembicaraan dengan Amerika Serikat melalui jalur diplomatik. Menurut dia, hal tersebut berkaitan dengan janji-janji Amerika Serikat yang tidak dipenuhi serta pengalaman berulang mengenai pelanggaran komitmen Washington.
Baca juga: Panglima IRGC: Pejuang Islam Membuat Militer Terkuat Dunia Bertekuk Lutut
Mohebi juga menegaskan bahwa “fantasi mental” Trump tidak akan membantunya menghadapi situasi di lapangan.
“Fantasi Trump tidak akan membantunya di medan perang,” kata Mohebi.
Menurut Mohebi, Trump berusaha menggunakan pernyataan tersebut untuk mengendalikan harga minyak dan energi dunia untuk sementara waktu. Namun, dia mengatakan hanya ada satu jalan nyata bagi Amerika Serikat, yaitu menerima kekalahan dan menjalankan persyaratan yang telah ditetapkan Iran.
“Semakin cepat Amerika menerima kegagalannya dan mengambil keputusan berdasarkan hal tersebut, semakin besar peluang mereka menyelamatkan negaranya dari kerugian yang lebih besar,” ujar Mohebi. []
Baca juga: Dari Air Force One ke Truk Makanan, Gambaran Pahit Perang Trump dengan Iran







