Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

40 Tahun Jadi Psikolog, John Gartner Sebut Kondisi Trump Paling Mengkhawatirkan

Published

on

Psikolog John Gartner menyebut kondisi psikologis Donald Trump sebagai yang terburuk yang pernah ditemuinya selama 40 tahun praktik klinis.
Psikolog John Gartner menilai kondisi psikologis Donald Trump sangat mengkhawatirkan dan memperingatkan risiko eskalasi konflik berdasarkan pengamatannya terhadap perilaku presiden AS tersebut.

Media ABI, 22 Agustus 2026 — Psikolog klinis John Gartner menyebut kondisi psikologis Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai yang paling mengkhawatirkan yang pernah ditemuinya selama 40 tahun menjalankan praktik klinis.

Pernyataan tersebut disampaikan Gartner dalam wawancara yang disiarkan The Daily Beast Podcast dan kembali diberitakan sejumlah media pada Juni 2026. Fars News Agency mengutip pernyataan tersebut pada Sabtu (22/8/2026).

Baca juga: Sepuluh Hari Gelap di Indiana, Warga Mulai Merasa Kotanya Ditinggalkan Pemerintah

“Sejujurnya, dalam 40 tahun praktik klinis dan hampir 30 tahun mengajar residen psikiatri, saya belum pernah menemukan pasien yang separah Donald Trump,” kata Gartner.

Gartner mengatakan hal yang paling membuatnya khawatir saat ini adalah apa yang disebutnya sebagai dorongan Trump untuk menampilkan diri sebagai penakluk militer. Dia mengaitkannya dengan perbandingan Trump terhadap tokoh sejarah seperti Napoleon Bonaparte, Alexander Agung, dan Julius Caesar.

Menurut Gartner, ketiga tokoh tersebut memiliki satu kesamaan penting, yakni dikenal sebagai penakluk yang membangun kekuasaan melalui kekuatan militer.

Dari pengamatan tersebut, Gartner menilai Trump sedang membentuk persepsi publik agar masyarakat Amerika terbiasa dengan kemungkinan konflik yang lebih besar, termasuk perang nuklir. Pandangan tersebut merupakan interpretasi Gartner terhadap perilaku dan pernyataan Trump, bukan hasil pemeriksaan medis secara langsung.

Gartner juga pernah mengaitkan perilaku Trump dengan dugaan penurunan kognitif dan gangguan kepribadian. Dalam sejumlah penampilan di media, dia mengatakan mengamati perubahan pada kemampuan berbahasa, ingatan, perilaku, dan kemampuan psikomotor Trump.

Baca juga: Ribuan Perusahaan Swasta Dilibatkan untuk Genjot Industri Pertahanan Iran

Dalam wawancara tersebut, Gartner menyoroti cara Trump memandang kekuasaan dan kekuatan militer. Menurut dia, keinginan untuk tampil sebagai pemimpin militer yang paling kuat dan destruktif merupakan bagian dari pola perilaku yang dinilainya semakin mengkhawatirkan.

Gartner bahkan menilai Trump sedang mempersiapkan masyarakat Amerika untuk menghadapi kemungkinan perang nuklir. Dia mengaitkan pandangan tersebut dengan apa yang disebutnya sebagai kecenderungan Trump memperoleh kepuasan dari kehancuran, kekerasan, dan rasa berkuasa.

Pandangan Gartner mengenai kondisi psikologis Trump bukan hal baru dan telah lama menjadi kontroversi. Dia termasuk psikolog yang secara terbuka mengkritik kesehatan mental Trump dan sebelumnya mengaitkan sejumlah perilakunya dengan gangguan kepribadian serta penurunan kognitif.

Namun, seluruh penilaian tersebut didasarkan pada pengamatan terhadap perilaku Trump di ruang publik. Gartner tidak pernah menjadi dokter yang menangani Trump dan tidak melakukan pemeriksaan klinis langsung terhadap presiden AS tersebut.

Karena itu, pernyataan Gartner merupakan penilaian profesional berdasarkan pengamatan publik, bukan diagnosis medis resmi terhadap Donald Trump. []

Baca juga: Al Jazeera: Kapal di Selat Hormuz Lebih Mematuhi Jalur Iran daripada AS