Internasional
Kekuatan Pertahanan Lokal Iran Gagalkan Rencana Agresor di Perang Ramadan

Media ABI, 22 Agustus 2026 — Panglima Angkatan Laut Republik Islam Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, mengatakan kemampuan pertahanan yang dibangun di dalam negeri berperan penting dalam menghadapi pihak yang menyerang Iran selama perkembangan Perang Ramadan.
Menurut Irani, kemampuan tersebut membantu Iran menjaga keseimbangan kekuatan, memperkuat kemampuan ofensif, sekaligus menggagalkan tujuan pihak yang menyerang.
Pernyataan itu disampaikan Irani dalam pesan memperingati Hari Industri Pertahanan Iran pada 31 Mordad atau 22 Agustus, sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars pada Sabtu (22/8).
Irani mengatakan perkembangan Perang Ramadan dan konfrontasi dengan apa yang disebutnya sebagai front kekuatan hegemonik yang dipimpin Amerika Serikat dan rezim Zionis kembali memperlihatkan arti penting industri pertahanan nasional.
Baca juga: Ribuan Perusahaan Swasta Dilibatkan untuk Genjot Industri Pertahanan Iran
Dalam situasi ketika pihak lawan menggunakan peralatan dan teknologi militer tercanggih, menurut Irani, kemampuan yang dikembangkan sendiri menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan posisi Iran.
“Dalam kondisi ketika musuh-musuh agresor menggunakan peralatan dan teknologi militer paling canggih untuk memaksakan kehendak mereka, kemampuan pertahanan dalam negeri memainkan peran menentukan dalam menjaga keseimbangan kekuatan, meningkatkan kekuatan ofensif, dan menggagalkan tujuan para agresor,” kata Irani.
Dalam pesannya, Irani juga mengaitkan perkembangan industri pertahanan dengan pengalaman Iran menghadapi sanksi dan berbagai pembatasan selama beberapa dekade. Menurut dia, tekanan tersebut justru mendorong para ahli dalam negeri mengembangkan kemampuan yang sebelumnya harus diperoleh dari luar negeri.
Dia mengatakan pengalaman panjang tersebut menunjukkan bahwa Iran mampu melewati tekanan dan hambatan yang rumit ketika mengandalkan kemampuan nasional.
Bagi Irani, industri pertahanan merupakan salah satu contoh paling nyata dari proses tersebut. Industri itu berkembang di tengah sanksi, keterbatasan, dan tekanan dari pihak yang bermusuhan, dengan bertumpu pada pengetahuan dan kemampuan tenaga ahli Iran.
Baca juga: Setahun Usai Perang 12 Hari, Produksi Senjata Iran Naik Dua Kali Lipat
Menurut dia, hasil pengembangan tersebut kini menjadi salah satu penopang keamanan, kemerdekaan, dan kepentingan nasional Iran.
Irani menilai pengalaman dalam Perang Ramadan kembali memperlihatkan nilai strategis dari kemampuan tersebut. Penguasaan teknologi pertahanan, menurut dia, harus terus dikembangkan karena kebutuhan menjaga keamanan nasional tidak dapat dilepaskan dari kemampuan untuk memproduksi dan mengembangkan teknologi sendiri.
“Peristiwa-peristiwa tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa investasi berkelanjutan dalam pengembangan industri pertahanan dan pencapaian teknologi maju bukan sebuah pilihan, melainkan kebutuhan yang tidak dapat dihindari untuk menjaga martabat dan keamanan Iran,” ujarnya.
Pada akhir pesannya, Irani mengenang para korban yang gugur, terutama mereka yang bekerja di sektor industri pertahanan Iran. Dia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para ahli dan pekerja industri pertahanan dalam rangka Hari Industri Pertahanan.
Irani berharap pengembangan riset, ilmu pengetahuan, teknologi pertahanan maju, dan persenjataan strategis Iran terus mengalami kemajuan. []
Baca juga: Ancaman Perang Ekonomi Trump terhadap Iran Menyimpan Pesan Lain







