Internasional
Presiden Aljazair: Ada ‘Negara Kecil’ yang Menebar Kekacauan di Dunia Arab

Ahlulbait Indonesia, 29 Juli 2026 — Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune melontarkan kritik keras terhadap sebuah negara Arab yang tidak ia sebutkan namanya. Ia menyebut ada “negara kecil” yang setiap kali terlibat di suatu kawasan selalu membawa pertumpahan darah dan kehancuran. Sejumlah pengamat menilai pernyataan itu merupakan sindiran kepada Uni Emirat Arab (UEA).
Menurut Fars News Agency, Rabu (29/7), Tebboune mengatakan dunia Arab tengah dilanda berbagai perpecahan, sementara Aljazair memilih tidak memperuncing keadaan. Namun, ia menegaskan negaranya telah lama mempertimbangkan untuk memutus hubungan dengan “negara kecil” tersebut karena dinilai hanya memicu konflik.
Baca juga: Yaman Gempur Jalur Minyak Saudi Menuju Yanbu dengan Drone
“Kami tidak ingin menambah perpecahan di dunia Arab. Jika tidak, sejak lama kami sudah memutus hubungan dengan negara kecil itu, karena darinya tidak datang selain pertumpahan darah,” ujarnya kepada media lokal Aljazair.
Tebboune menegaskan Aljazair tetap menjalin hubungan baik dengan negara-negara Arab. Ia menyebut Aljazair dan Mesir berada “di parit yang sama”, seraya menambahkan bahwa negaranya juga memiliki hubungan baik dengan Arab Saudi dan seluruh negara Teluk.
Ini bukan kali pertama Tebboune melontarkan kritik serupa. Pada Februari lalu, ia menuding sebuah “negara kecil” berupaya mencampuri pemilihan presiden Aljazair dan mengganggu stabilitas negaranya. Tak lama setelah itu, Aljazair membatalkan perjanjian layanan udara dengan UEA.
Dalam wawancara yang sama, Tebboune menegaskan keamanan Tunisia merupakan bagian dari keamanan nasional Aljazair dan memperingatkan akan memberikan respons tegas terhadap siapa pun yang berupaya mengganggu stabilitas negara tetangganya tersebut.
Baca juga: Yaman Gempur Jalur Minyak Saudi Menuju Yanbu dengan Drone
Ia juga menyatakan hubungan Aljazair dengan negara-negara Eropa telah kembali normal. Meski demikian, menurutnya, perjanjian kemitraan dengan Uni Eropa perlu ditinjau ulang agar sejalan dengan perkembangan industri dalam negeri.
Selain itu, Tebboune mengimbau rakyat dan pemerintah Mali agar tidak terpengaruh provokasi pihak luar. Ia menegaskan Aljazair tidak mencampuri urusan negara lain dan tidak akan mentoleransi campur tangan asing dalam urusan domestiknya.
Mengenai hubungan dengan Prancis, Tebboune menegaskan Aljazair tidak akan mengambil inisiatif untuk menormalisasi hubungan. Ia mengatakan negaranya tidak pernah meminta penambahan kuota visa, permintaan maaf, maupun kompensasi dari Paris, serta “tidak akan pernah mengulurkan tangan” kepada Prancis. []
Baca juga: NBC News: Drone dan Rudal Iran Tembus Pertahanan Udara Amerika







