Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Biaya Perang Membengkak, AS Batasi Pengawalan Kapal Tanker di Hormuz

Published

on

Washington memangkas waktu pengawalan kapal tanker di tengah meningkatnya serangan terhadap pelayaran di kawasan Hormuz.
Washington memangkas waktu pengawalan kapal tanker di tengah meningkatnya serangan terhadap pelayaran di kawasan Hormuz.

Media ABI, 13 September 2026 – Amerika Serikat mulai membatasi perlindungan udara bagi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz setelah biaya operasi militernya meningkat. Financial Times melaporkan Washington kini hanya menetapkan waktu tertentu bagi kapal komersial untuk mendapatkan perlindungan pesawat militer Amerika saat melewati jalur tersebut.

Baca juga: IRGC Tangkap Kapal Selam Nirawak AS, Operasi Jarak Jauh Amerika Terancam

Menurut laporan Financial Times pada Sabtu (12/9/26), sejak awal September perlindungan udara yang sebelumnya tersedia dalam rentang waktu lebih panjang dipangkas menjadi dua periode tertentu setiap hari.

Sejak Mei, Amerika Serikat memberikan perlindungan udara kepada kapal yang melintasi jalur dekat pantai Oman di bagian selatan Selat Hormuz. Pengawalan tersebut ditujukan untuk melindungi kapal dari serangan Iran sekaligus menjaga sebagian aliran ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Sebelumnya, kapal komersial dapat berkoordinasi dengan pusat kerja sama dan panduan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menentukan waktu perjalanan. Kapal yang melintas melalui jalur tersebut bahkan dapat memperoleh dukungan pesawat Amerika dalam rentang waktu malam yang cukup panjang.

Pola itu berubah sejak awal September. Pusat koordinasi Amerika mengirimkan jadwal tertentu kepada para penasihat keamanan maritim dan meminta kapal tanker mempertimbangkan waktu tersebut saat memulai perjalanan. Salah satu waktu yang dicantumkan adalah pukul 09.00.

Jadwal tersebut tidak wajib diikuti. Namun, kapal yang berlayar pada waktu yang direkomendasikan akan memperoleh perlindungan militer yang lebih besar.

Baca juga: Baghaei: Ansharullah Bukan Proksi Iran dan Tidak Menerima Perintah Siapa pun

Biaya Operasi Jadi Persoalan

Financial Times menyebut perubahan ini terjadi ketika serangan terhadap kapal komersial di kawasan meningkat. Pasukan Iran dalam beberapa bulan terakhir dilaporkan menyerang puluhan kapal sebagai bagian dari upaya mengendalikan jalur perairan tersebut.

Serangan pada malam hari juga membuat pelayaran dalam kondisi gelap tidak lagi dianggap sebagai waktu paling aman bagi kapal komersial.

Joshua Tallis, analis kekuatan laut di lembaga riset CNA, menilai penetapan waktu khusus bagi kapal kemungkinan merupakan cara Amerika Serikat mengendalikan biaya perlindungan militer di jalur selatan Selat Hormuz.

Menurut Tallis, satu jam penerbangan pesawat militer Amerika berteknologi tinggi dapat menelan biaya antara 25.000 hingga 75.000 dolar AS.

Baca juga: Angkatan Udara Irak Bombardir Persembunyian ISIS di Kirkuk

Sementara itu, kapal komersial membutuhkan sekitar tujuh jam untuk melewati Selat Hormuz dengan kecepatan rendah hingga sedang.

Seorang penasihat keamanan maritim yang dikutip Financial Times mengatakan pemusatan sumber daya militer pada periode yang lebih singkat memungkinkan Washington mengerahkan kekuatan lebih besar pada jam-jam tersebut untuk melindungi kapal.

Dengan pola itu, Amerika Serikat tidak lagi memberikan perlindungan udara secara terus-menerus seperti sebelumnya. Pengawalan kini dipusatkan pada waktu tertentu ketika kapal komersial melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. []

Baca juga: Iran kepada Pasukan AS, Tinggalkan Teluk Persia dan Kembali ke “Teluk Babi”