Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Penulis AS: Pengaruh Washington di Timur Tengah Runtuh

Published

on

Penulis dan aktivis media Amerika Mike Adams yang menilai pengaruh Washington di Timur Tengah telah runtuh di tengah perubahan situasi strategis kawasan.
Penulis dan aktivis media Amerika Mike Adams yang menilai pengaruh Washington di Timur Tengah telah runtuh di tengah perubahan situasi strategis kawasan.

Media ABI, 13 September 2026 – Penulis dan aktivis media Amerika Serikat Mike Adams menyebut pengaruh Washington di Timur Tengah telah runtuh. Pernyataan itu muncul setelah pasukan Yaman mengumumkan keberhasilan operasi besar di wilayah pesisir barat dan meningkatnya tekanan terhadap Arab Saudi.

Dalam unggahan di platform X yang dilaporkan IRNA pada Minggu (13/9/2026), Adams menulis bahwa keadaan telah berubah dan kondisi bagi Amerika akan menjadi jauh lebih sulit. Dia juga melontarkan kritik keras terhadap Presiden AS Donald Trump dan menilai kebijakan Trump telah membawa kesalahan besar.

Baca juga: Rudal dan Drone Yaman Hantam Pangkalan Saudi di Najran

Adams kemudian membagikan tulisan analis geopolitik Brandon Weichert. Dalam tulisan itu disebutkan bahwa tatanan kawasan yang selama ini berada di bawah kepemimpinan Amerika telah berakhir. Saudi Arabia bahkan disebut perlu berunding dengan Ansarullah, sementara negara-negara lain di kawasan juga didorong mengambil langkah yang sama.

Komentar tersebut datang setelah Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan hasil operasi yang dimulai pada 3 September. Juru bicara pasukan Yaman Yahya Saree mengatakan operasi di wilayah pesisir barat berhasil merebut sekitar 5.400 kilometer persegi wilayah di Provinsi Taiz dan Al-Hudaydah dari pasukan yang didukung Saudi.

Saree mengatakan tujuh divisi militer yang mencakup 38 brigade menjadi sasaran selama operasi. Menurut keterangannya, ratusan anggota pasukan lawan tewas, terluka atau ditawan. Sejumlah tawanan Yaman yang telah bertahun-tahun ditahan di wilayah pesisir barat juga disebut berhasil dibebaskan.

Baca juga: Biaya Perang Membengkak, AS Batasi Pengawalan Kapal Tanker di Hormuz

Operasi itu berlangsung di tengah dukungan udara Saudi. Yahya Saree mengatakan pasukan Yaman melakukan 32 operasi untuk menghadapi pesawat tempur Saudi dan mengklaim sembilan pesawat berhasil ditembak jatuh.

Yaman juga menyatakan pelayaran tetap aman bagi seluruh perusahaan, dengan pengecualian kapal-kapal Saudi yang sebelumnya telah masuk dalam daftar larangan. Saree menegaskan kebijakan “blokade dibalas blokade” dan “eskalasi dibalas eskalasi” akan terus berlangsung sampai serangan terhadap Yaman dihentikan dan blokade dicabut.

Pernyataan Adams dan Weichert memperlihatkan bagaimana perkembangan di Yaman mulai dibaca di Amerika sebagai persoalan yang lebih luas daripada perang lokal. Perebutan wilayah di pesisir barat, tekanan terhadap Saudi dan kemampuan Yaman mempertahankan operasinya di tengah serangan udara Saudi ikut memunculkan pertanyaan tentang seberapa jauh Washington masih mampu mengendalikan arah perkembangan di Timur Tengah. []

Baca juga: Newsweek: Saudi Kembali Minta Bantuan Washington Hadapi Yaman