Internasional
CIA Beberkan 71 Dokumen yang Selama Ini Dirahasiakan tentang 11 September

Media ABI, 12 September 2026 – Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA merilis 71 laporan intelijen yang berkaitan dengan bulan-bulan dan tahun-tahun sebelum serangan 11 September 2001. Publikasi yang dilakukan bertepatan dengan peringatan 25 tahun serangan tersebut memperlihatkan bahwa presiden dan pejabat senior Amerika telah menerima sejumlah peringatan mengenai ancaman Al Qaeda dan Osama bin Laden jauh sebelum serangan terjadi.
Menurut laporan CBS News yang dilansir Fars News Agency pada Sabtu (12/9/26), koleksi tersebut terdiri atas 70 dokumen dari periode sebelum serangan dan satu laporan yang dibuat sehari setelah serangan. Sebagian besar merupakan penilaian intelijen yang disiapkan analis CIA untuk President’s Daily Brief, laporan yang diberikan kepada presiden dan pejabat senior pemerintahan Amerika.
Direktur CIA John Ratcliffe menyebut publikasi tersebut sebagai “rilis terbesar dokumen analitis CIA mengenai 11 September dalam sejarah”.

Sebanyak 71 dokumen dibuka CIA, tetapi sejumlah laporan mengenai peringatan sebelum 11 September masih belum dipublikasikan.
Peringatan terhadap ancaman bin Laden sejak 1998
Salah satu dokumen tertua yang dirilis bertanggal 13 Februari 1998. Laporan tersebut memperingatkan upaya Osama bin Laden dan kelompok ekstremis lain untuk memperoleh bahan kimia, biologis, dan nuklir.
Dokumen lain pada Februari tahun yang sama membahas sebuah fatwa yang menyerukan umat Islam untuk menyerang kepentingan dan warga Amerika di seluruh dunia hingga Amerika menarik pasukannya dari Arab Saudi dan Palestina.
Peringatan yang lebih spesifik muncul dalam laporan tertanggal 10 September 1998. CIA memperingatkan kemungkinan kelompok ekstremis mengarahkan pesawat yang membawa bahan peledak ke sebuah kota di Amerika Serikat. Laporan itu juga menyebut bin Laden lebih memilih menyerang Amerika di wilayahnya sendiri dan memandang Amerika sebagai sasaran yang diinginkan.
Meski demikian, informasi yang tersedia saat itu belum memberikan bukti pasti mengenai rencana bin Laden untuk melakukan serangan pada masa mendatang. Komisi 11 September kemudian menyatakan bahwa Pusat Kontraterorisme CIA tidak secara khusus mengkaji bagaimana pembajakan pesawat atau penggunaan pesawat yang membawa bahan peledak dapat dijadikan senjata setelah peringatan tersebut muncul.
Peringatan meningkat menjelang September 2001
Peringatan semakin meningkat pada bulan-bulan menjelang serangan. Laporan intelijen tertanggal 24 Juli 2001 menyebut penundaan sebuah operasi teroris yang akan segera dilakukan dan didukung bin Laden. Pada saat yang sama, laporan itu memperingatkan bahwa persiapan untuk serangan lain kemungkinan masih berlangsung.
Dalam kumpulan tersebut juga terdapat memo terkenal bertanggal 6 Agustus 2001 dengan judul “Bin Laden Bertekad Menyerang di Amerika Serikat”. Memo itu mencatat aktivitas mencurigakan di wilayah Amerika yang dinilai sesuai dengan persiapan pembajakan pesawat atau serangan lain. Laporan tersebut juga menyebut pengawasan terhadap gedung-gedung federal di New York.
George Tenet, yang saat itu menjabat Direktur CIA, kemudian menggambarkan kondisi intelijen Amerika menjelang serangan dengan mengatakan bahwa “sistem sedang berada dalam kondisi lampu merah berkedip”. Komisi 11 September dalam laporan akhirnya juga menyatakan bahwa sebagian besar komunitas intelijen Amerika telah menyadari pada musim panas 2001 bahwa jumlah dan intensitas laporan ancaman berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dokumen sehari setelah serangan
Dokumen terakhir yang dirilis CIA bertanggal 12 September 2001, sehari setelah serangan terhadap World Trade Center, Pentagon, dan sebuah pesawat yang jatuh di Pennsylvania.
Menurut laporan tersebut, semakin banyak bukti menunjukkan sejumlah ekstremis Sunni di Afghanistan dan kawasan Teluk Persia telah mengetahui bahwa serangan yang dipimpin bin Laden akan segera berlangsung.
Dokumen itu juga mencatat perselisihan antara bin Laden dan pemimpin Taliban Mullah Omar pada Agustus 2001 terkait desakan bin Laden untuk melancarkan serangan teroris. Berdasarkan penilaian CIA, bin Laden mengatakan kepada Mullah Omar bahwa sejumlah operasi sedang berlangsung dan akan menimbulkan kerugian besar bagi Amerika Serikat.
Laporan tersebut turut mengutip seorang warga Arab di Kandahar yang mengatakan serangan telah direncanakan selama dua tahun. Sumber tersebut juga memperkirakan Kongres dan Gedung Putih mungkin menjadi sasaran operasi.
Meski 71 dokumen telah dibuka, sebagian besar informasi di dalamnya masih disensor. Sejumlah mantan pejabat intelijen Amerika juga mengatakan beberapa laporan mengenai peringatan CIA terhadap bin Laden sejak 1996 atau bahkan sebelumnya, serta sejumlah dokumen terkait tahun 2001, belum masuk dalam publikasi tersebut.
Dalam laporan akhirnya, Komisi 11 September menyimpulkan bahwa rangkaian “kegagalan imajinasi, kebijakan, kemampuan, dan manajemen” berperan dalam ketidakmampuan pemerintah Amerika mencegah serangan. Komisi tersebut menilai kegagalan paling penting adalah ketidakmampuan membayangkan skala dan cara serangan yang akan dilakukan. []







