Internasional
Kiev Bantah Sel Intelijen Ukraina Terlibat Sabotase di Irak

Ahlulbait Indonesia, 29 Juli 2026 — Kementerian Luar Negeri Ukraina membantah tuduhan bahwa pihaknya terlibat dalam aksi sabotase di Irak, meski sebelumnya sejumlah kelompok yang disebut terkait badan intelijen Ukraina dilaporkan mengakui keterlibatan dalam operasi tersebut.
Menurut laporan Fars News Agency, Selasa (28/7), bantahan itu disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan Penasihat Keamanan Nasional Irak, Qasim Al-Aboudi, yang menuduh sel-sel intelijen Ukraina melakukan serangkaian serangan di Irak dan kemudian mengaitkannya dengan kelompok-kelompok perlawanan.
Baca juga: Iran Tegas Tolak Proposal AS, Delegasi Amerika Tinggalkan Perundingan
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Dijlah TV, Al-Aboudi mengatakan aparat keamanan Irak telah menangkap sejumlah tersangka yang, dalam proses interogasi, mengaku terlibat bersama sel-sel intelijen Ukraina dalam serangan terhadap fasilitas-fasilitas milik pemerintah Irak.
Menanggapi tuduhan tersebut, Kementerian Luar Negeri Ukraina menyatakan tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Kiev juga menegaskan bahwa hingga kini pemerintah Irak belum pernah menyampaikan kekhawatiran ataupun protes resmi melalui jalur diplomatik terkait dugaan keterlibatan Ukraina dalam aksi sabotase di negara itu.
Pernyataan tersebut mencerminkan perbedaan sikap antara otoritas keamanan Irak dan pemerintah Ukraina mengenai dugaan aktivitas intelijen Kiev di wilayah Irak. []
Baca juga: Trump Kembali Membungkus Ancaman dengan Diplomasi







