Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

The Telegraph: Drone Bunuh Diri Paling Mematikan Iran Kirim Pesan untuk Trump

Published

on

Drone bunuh diri Hadid 110 yang disebut The Telegraph sebagai pesan strategis Iran kepada pemerintahan Donald Trump.

Ahlulbait Indonesia, 29 Juli 2026 — Harian Inggris The Telegraph melaporkan bahwa drone bunuh diri terbaru Iran, Hadid 110, merupakan sinyal strategis yang ditujukan kepada pemerintahan Presiden Donald Trump. Drone tersebut diklaim memiliki kecepatan lebih tinggi, mampu terbang pada ketinggian lebih rendah, serta lebih sulit dideteksi radar dibandingkan pendahulunya.

Menurut Mehr News Agency, Rabu (29/7), Hadid 110 merupakan varian yang telah ditingkatkan dengan mesin turbojet sehingga mampu melaju lebih dari 300 mil per jam (sekitar 480 km/jam). Dengan desain berjejak radar rendah (low observable), drone ini disebut dirancang untuk meningkatkan kemampuannya menembus sistem pertahanan udara Amerika Serikat.

Baca juga: Iran Peringatkan Inggris akan Menjadi Sasaran Berikutnya jika Dukung AS

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan Hadid 110 untuk pertama kalinya digunakan dalam operasi selama dua pekan terakhir dan diluncurkan ke arah pangkalan serta kapal perang Amerika Serikat di kawasan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh The Telegraph, Hadid 110 merupakan pengembangan dari model standar yang oleh Iran dianggap sebagai salah satu sistem persenjataan paling andal. Berbeda dengan sebagian besar drone serang Iran yang masih menggunakan baling-baling, varian terbaru ini mengandalkan mesin turbojet yang memungkinkannya melaju hingga 316 mil per jam (sekitar 508 km/jam), menjadikannya salah satu drone tercepat yang pernah diperkenalkan Iran.

Drone tersebut diluncurkan menggunakan pendorong berbahan bakar padat (solid-fuel booster) sebelum mesin jet utamanya aktif. Sistem ini memungkinkan Hadid 110 mencapai kecepatan dan ketinggian operasional dalam waktu singkat, sehingga mempersempit waktu reaksi sistem pertahanan udara lawan untuk mendeteksi dan mencegatnya.

Baca juga: The Guardian: Rudal Iran Makin Mematikan, Pertahanan THAAD AS Jebol

Selain mengandalkan kecepatan, The Telegraph menyebut Hadid 110 dirancang dengan badan pesawat yang menyatu dan minim sambungan guna mengurangi jejak radar, sehingga semakin sulit dideteksi oleh sistem pertahanan udara.

Menurut surat kabar itu, kemunculan Hadid 110 di tengah perang menyusul agresi Amerika Serikat terhadap Iran bukan sekadar demonstrasi kemampuan militer, tetapi juga mencerminkan pesan strategis IRGC. Pengoperasian drone baru tersebut dinilai menjadi sinyal politik dan militer yang ditujukan kepada pemerintahan Trump. []

Baca juga: The Economist: Invasi Darat AS ke Iran Bukan Opsi yang Realistis