Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Kapal Tanker UEA Diserang di Selat Hormuz

Published

on

Iran Ubah Aturan Main Selat Hormuz, Seluruh Kapal Akan Lewat Koridor Tengah
Sekjen GCC mengecam insiden yang menimpa kapal tanker ADNOC saat melintas di Selat Hormuz.

Media ABI, 16 Agustus 2026 — Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk atau GCC Jassem Albudaiwi mengecam insiden yang menimpa kapal tanker milik perusahaan energi Uni Emirat Arab (UEA), ADNOC, saat melintas di Selat Hormuz. Dalam pernyataan yang dikutip IRNA dari Al Jazeera pada Sabtu (15/8/2026), Albudaiwi menyebut serangan tersebut tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Albudaiwi menuduh Iran berada di balik insiden tersebut dan menyatakan tindakan itu patut dikecam. Menurutnya, kejadian tersebut merupakan bentuk eskalasi yang tidak dapat diterima serta pelanggaran berat dan terang-terangan terhadap kebebasan pelayaran internasional.

Baca juga: Amarah Negara Teluk Memuncak, Pangkalan AS Kini Dipersoalkan

Kantor berita Emirat, WAM, mengutip ADNOC melaporkan bahwa salah satu kapal perusahaan tersebut diserang pada Jumat ketika melintasi Selat Hormuz. Perusahaan belum memberikan laporan mengenai kemungkinan kerusakan pada kapal dan menyatakan situasi saat ini berada dalam kendali.

Insiden itu menjadi kejadian ketiga yang melibatkan kapal ADNOC dalam waktu kurang dari sepekan.

Baca juga: Dari Air Force One ke Truk Makanan, Gambaran Pahit Perang Trump dengan Iran

Pada Sabtu sebelumnya, 8 Agustus, ADNOC juga melaporkan salah satu kapal yang berafiliasi dengan perusahaan tersebut terkena rudal saat melintasi Selat Hormuz.

ADNOC merupakan salah satu perusahaan energi terbesar di dunia yang mengekspor minyak mentah, gas alam, dan produk minyak bumi ke berbagai negara. []

Baca juga: Serangan Iran ke Bahrain Memicu Krisis USS Abraham Lincoln