Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Data Navigasi Udara Ungkap Dukungan Qatar dan Arab Saudi terhadap Serangan Udara AS ke Iran

Published

on

Data navigasi udara disebut menjadi dasar laporan Fars mengenai dugaan dukungan Qatar dan Arab Saudi terhadap operasi militer AS di Iran.
Data navigasi udara disebut menjadi dasar laporan Fars mengenai dugaan dukungan Qatar dan Arab Saudi terhadap operasi militer AS di Iran. (Foto: Farsnews Agency)

Ahlulbait Indonesia, 13 Juli 2026 — Kantor Berita Fars melaporkan bahwa data navigasi penerbangan menunjukkan aktivitas sejumlah pesawat militer Amerika Serikat di Arab Saudi dan Qatar selama operasi militer terhadap Iran. Laporan tersebut menyebut temuan itu sebagai indikasi dukungan kedua negara terhadap serangan udara Amerika Serikat.

Menurut Fars pada Senin (13/7/2026), setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap wilayah pesisir Iran pada Minggu malam, Iran membalas dengan menargetkan sejumlah titik yang disebut sebagai asal peluncuran serangan di kawasan, termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Laporan tersebut mengutip pernyataan Markas Khatam al-Anbiya yang sebelumnya menyatakan bahwa “asal serangan terhadap Iran merupakan target yang sah.”

Baca juga: Tiga Rudal Balistik Hantam Pangkalan Militer AS di Kuwait, Media Israel Laporkan Korban Jiwa

Fars juga melaporkan bahwa hasil pemantauan lalu lintas penerbangan menunjukkan sebuah pesawat Boeing E-3 Sentry, pesawat peringatan dini dan komando udara milik Amerika Serikat, lepas landas dari pangkalan udara AS di Arab Saudi pada dini hari. Pesawat tersebut digunakan untuk misi deteksi, pelacakan, dan pengendalian operasi udara.

Selain itu, Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar disebut menjadi lokasi penempatan lebih dari 20 pesawat tanker KC-135 milik Amerika Serikat yang digunakan untuk pengisian bahan bakar pesawat tempur di udara.

Dalam bagian akhir laporannya, Fars menyoroti pernyataan resmi Arab Saudi dan Qatar yang mengecam serangan rudal Iran. Menurut laporan tersebut, Arab Saudi menuduh Iran terus melanggar prinsip-prinsip hukum internasional dan hubungan bertetangga yang baik, sementara Qatar juga menyampaikan kecaman terhadap serangan Iran.

Fars kemudian menilai bahwa data navigasi penerbangan yang dipublikasikannya justru menunjukkan aktivitas pesawat militer Amerika Serikat di Arab Saudi dan Qatar selama operasi terhadap Iran. Berdasarkan data tersebut, Fars menyimpulkan terdapat indikasi dukungan kedua negara terhadap operasi militer Amerika Serikat. Klaim tersebut belum disertai tanggapan resmi dari Arab Saudi maupun Qatar dan belum dapat diverifikasi secara independen. []

Baca juga: Lima Rudal Balistik Digunakan IRGC untuk Hantam Sasaran Amerika di Yordania, Qatar, dan Oman