Internasional
Klaim Trump: Iran Ingin Bertemu untuk Akhiri Perang

Ahlulbait Indonesia, 22 Juli 2026 — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan serangkaian klaim dan tuduhan terhadap Iran dalam pertemuannya dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih, Selasa (21/7).
Menurut laporan Tasnim News pada Rabu, Trump memanfaatkan sesi tanya jawab dengan wartawan untuk kembali menyampaikan tuduhan-tuduhan yang dinilai tidak berdasar terhadap Iran, untuk menutupi kegagalan Amerika Serikat menghadapi perlawanan Iran di bawah kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam.
Baca juga: Trump Tutup Rapat Citra Pangkalan AS yang Remuk di Tengah Klaim Kemenangan
Dalam kesempatan itu, Trump kembali mengklaim adanya komunikasi tidak langsung dengan Iran. “Iran ingin bertemu untuk mengakhiri perang,” ujar Trump.
Namun, ia menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki kepentingan untuk mengadakan pertemuan selama Iran belum siap menjalani “perundingan yang bermakna.”
Trump juga mengklaim bahwa blokade di Selat Hormuz masih berlangsung sehingga tidak ada kapal yang dapat melintas di jalur tersebut.
Selain itu, ia menyatakan Iran membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 25 tahun untuk membangun kembali kerusakan yang dialaminya.
Trump kembali membela kebijakan militernya terhadap Iran dengan mengklaim bahwa apabila Amerika Serikat tidak melancarkan serangan, Iran akan memperoleh senjata nuklir dan menggunakannya untuk menghancurkan Israel serta negara-negara lain di kawasan.
Ia juga menegaskan bahwa konfrontasi dengan Iran belum berakhir. “Urusan kami dengan Iran belum selesai,” kata Trump.
Baca juga: Jenderal IRGC: Pembunuh Pemimpin Revolusi Tak Akan Pernah Tenang
Menurutnya, Amerika Serikat sebenarnya dapat mengakhiri operasi kapan saja, tetapi memilih untuk tetap melanjutkannya.
Di akhir pernyataannya, Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. Ia mengklaim Amerika Serikat terus memantau pergerakan yang disebutnya sedang berlangsung dan mengisyaratkan kemungkinan serangan baru dalam waktu dekat.
“Kami memantau material dan lokasi tempat aktivitas itu berlangsung. Sangat mungkin dalam waktu dekat kami akan menyerang wilayah tersebut. Mereka tidak banyak yang bisa dilakukan. Biasanya saya tidak akan mengatakan ini, tetapi kami akan segera menyerang wilayah itu,” ujar Trump. []
Baca juga: Rudal Iran Tembus Jantung Zona Keamanan Israel di Yordania






