Internasional
Lima Rudal Balistik Digunakan IRGC untuk Hantam Sasaran Amerika di Yordania, Qatar, dan Oman

Ahlulbait Indonesia, 12 Juli 2026 – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengungkap lima rudal balistik yang digunakan dalam operasi balasan terhadap serangan Amerika Serikat ke wilayah Republik Islam Iran. Menurut laporan Fars News Agency, Minggu (12/7/2026), rudal-rudal tersebut digunakan untuk menghantam pusat komando, fasilitas pendukung, dan infrastruktur operasional militer Amerika Serikat di Yordania, Qatar, dan Oman.
IRGC menyatakan operasi dilaksanakan secara serentak dengan mengerahkan rudal balistik Qadr, Emad, Kheibar Shekan, Fateh-110, dan Zolfaghar. Kombinasi rudal berbahan bakar cair dan padat itu diklaim menyasar fasilitas-fasilitas strategis yang menopang operasi militer Amerika Serikat di kawasan.
Sasaran Operasi
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, serangan diarahkan ke pusat komando dan kendali serta hanggar pesawat nirawak MQ-9 di Pangkalan Pangeran Hassan, Yordania. Di Qatar, sasaran meliputi pusat komando dan kendali beserta fasilitas pemeliharaan dan perbaikan pesawat tempur di Pangkalan Udara Al Udeid.
Baca juga: Pejabat Iran: Tiga Kabupaten di Khuzestan Jadi Sasaran Serangan Rudal Amerika
Sementara di Oman, rudal Iran diklaim menghantam pusat dukungan logistik armada laut Amerika Serikat serta fasilitas pengisian bahan bakar kapal induk di Pelabuhan Duqm.
Menurut IRGC, seluruh sasaran tersebut merupakan bagian dari jaringan infrastruktur strategis yang mendukung sistem komando, logistik, dan kesinambungan operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Lima Rudal Balistik yang Digunakan
IRGC menyebut operasi tersebut menggunakan generasi terbaru rudal balistik jarak jauh berpemandu presisi buatan dalam negeri yang selama beberapa tahun terakhir menjadi tulang punggung kemampuan pencegahan (deterrence) Republik Islam Iran.
Kelima rudal yang digunakan terdiri atas Qadr, Emad, Kheibar Shekan, Fateh-110, dan Zolfaghar. Rudal-rudal tersebut memadukan teknologi berbahan bakar cair dan padat yang dirancang untuk melaksanakan serangan presisi terhadap sasaran strategis maupun instalasi militer.
Karakteristik Rudal
Qadr merupakan rudal balistik jarak jauh generasi pertama Iran yang dikembangkan dalam varian F, H, dan S. Rudal sepanjang sekitar 17 meter dengan bobot antara 15 hingga 17,5 ton ini memiliki jangkauan operasional 1.350–1.950 kilometer serta menggunakan sistem pendorong dua tahap berbahan bakar cair dan padat. Varian Qadr-H sebelumnya digunakan pada gelombang ke-21 Operasi True Promise 3, sedangkan versi berkepala peledak majemuk juga disebut pernah dioperasikan dalam True Promise 4.
Baca juga: IRGC Hancurkan Fasilitas Logistik dan Pengisian Bahan Bakar Kapal Induk AS di Oman
Emad merupakan rudal balistik jarak jauh berbahan bakar cair pertama Iran yang dilengkapi hulu ledak berpemandu. Dengan panjang 15,5 meter dan bobot lebih dari 17 ton, rudal ini memiliki jangkauan sekitar 1.700 kilometer serta mampu membawa hulu ledak seberat 750 kilogram. Emad juga diklaim dapat diluncurkan dari sistem peluncur bawah tanah yang memungkinkan pelaksanaan salvo rudal dalam waktu singkat.
Kheibar Shekan adalah rudal balistik berbahan bakar padat dengan jangkauan sekitar 1.450 kilometer. Keunggulan utamanya terletak pada hulu ledak yang dapat dipisahkan dan tetap dikendalikan hingga fase akhir penerbangan sehingga mampu bermanuver untuk menghindari sistem pertahanan udara lawan. Versi terbaru yang diperkenalkan pada 2023 disebut memiliki jangkauan hingga 1.800 kilometer.
Fateh-110 merupakan rudal balistik taktis satu tahap berbahan bakar padat dengan jangkauan maksimal sekitar 300 kilometer. Rudal ini menggunakan sistem navigasi inersia untuk meningkatkan akurasi serangan dan dirancang sebagai rudal serangan presisi terhadap sasaran taktis.
Zolfaghar adalah rudal balistik taktis berbahan bakar padat dengan jangkauan sekitar 700 kilometer dan kemampuan membawa hulu ledak seberat sekitar 500 kilogram. Rudal ini diklaim memiliki tingkat akurasi tinggi, ketahanan terhadap gangguan elektronik (anti-jamming), serta dapat diluncurkan dari kendaraan peluncur bergerak yang memungkinkan penerapan taktik shoot and scoot guna meningkatkan mobilitas dan daya bertahan sistem peluncur.
Operasi Balasan Iran
IRGC menegaskan operasi tersebut menunjukkan bahwa Republik Islam Iran memiliki bank sasaran strategis yang telah dipersiapkan serta kemampuan melaksanakan serangan presisi secara serentak terhadap pusat komando, fasilitas logistik, dan infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan sebagai respons atas setiap bentuk agresi terhadap wilayah Iran. []
Baca juga: Tiga Pesan Strategis Operasi Militer Iran terhadap Pangkalan Amerika Serikat











