Internasional
Israel Kembali Bombardir Lebanon Selatan

Ahlulbait Indonesia, 29 Juni 2026 — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui militer Israel telah melancarkan serangan udara ke wilayah selatan Lebanon pada Minggu (28/6) malam. Netanyahu menyatakan pemerintah Amerika Serikat telah menerima pemberitahuan sebelum operasi militer tersebut dilaksanakan.
Laporan IRNA pada Senin menyebutkan, dalam pernyataan bersama Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, Netanyahu mengklaim serangan itu menargetkan jaringan terowongan dan fasilitas bawah tanah yang disebut milik Hizbullah di kawasan Majdal Zoun, Lebanon selatan.
Pemerintah Israel menyatakan kompleks bawah tanah tersebut menyimpan ratusan persenjataan serta sejumlah peluncur rudal. Tel Aviv juga mengklaim telah memberi tahu Washington, termasuk utusan khusus Amerika Serikat untuk Lebanon, sebelum operasi dimulai.
Dalam pernyataan yang sama, Netanyahu dan Katz menegaskan militer Israel akan terus melancarkan operasi untuk menghancurkan infrastruktur Hizbullah dan menghilangkan apa yang mereka sebut sebagai ancaman terhadap permukiman di wilayah utara Israel. Keduanya juga memastikan pasukan Israel tetap berada di zona keamanan di Lebanon selatan.
Di sisi lain, stasiun televisi Al Manar melaporkan pesawat tempur Israel membombardir kawasan Meifadoun di selatan Kota Nabatieh beberapa jam sebelum pemerintah Israel mengumumkan operasi tersebut.
Serangan terbaru itu terjadi ketika ketegangan di sepanjang perbatasan Lebanon dan Israel kembali meningkat. Fars News melaporkan penghentian serangan Israel terhadap Lebanon merupakan salah satu komitmen yang menjadi bagian dari kesepahaman yang dimediasi Amerika Serikat.
Dalam perkembangan diplomatik, delegasi Lebanon, Israel, dan Amerika Serikat pada Jumat lalu dilaporkan mencapai kesepakatan yang dikenal sebagai Kerangka Trilateral setelah beberapa hari menggelar perundingan di Washington dengan kehadiran Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio.
Berdasarkan laporan tersebut, kesepakatan itu memuat ketentuan mengenai perlucutan senjata kelompok perlawanan di Lebanon, pembongkaran infrastruktur militernya, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon dengan persyaratan tertentu. Namun, serangan udara terbaru menunjukkan implementasi kesepakatan itu masih menghadapi tantangan di lapangan, sementara saling tuding pelanggaran antara para pihak terus berlanjut. []

