Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Media Israel: Pada Akhirnya Trump akan Tunduk pada Tuntutan Teheran

Published

on

Donald Trump menghadapi tekanan terkait Selat Hormuz ketika media berbahasa Ibrani menilai Iran semakin yakin Washington akan mundur.
Donald Trump menghadapi tekanan terkait Selat Hormuz ketika media berbahasa Ibrani menilai Iran semakin yakin Washington akan mundur.

Ahlulbait Indonesia, 11 Agustus 2026 — Sebuah media berbahasa Ibrani menyoroti keyakinan Iran bahwa waktu berpihak kepada Teheran dan tekanan terhadap pemerintahan Donald Trump pada akhirnya akan memaksanya menerima tuntutan Iran terkait Selat Hormuz.

Dilansir Tasnim News pada Senin (10/8/2026), situs berita dan analisis berbahasa Ibrani Bohl dalam analisisnya menyebut masyarakat Iran yakin Trump pada akhirnya akan menyerah. Mereka juga merasa berada hanya selangkah dari kemenangan.

Baca juga: Foreign Affairs: Amerika Harus Tinggalkan Timur Tengah

Menurut laporan tersebut, Iran meyakini waktu berpihak kepada Teheran. Tekanan militer dan ekonomi terhadap pemerintahan Trump dinilai akan memaksanya menerima kontrol Iran atas Selat Hormuz yang vital.

Laporan itu menyebut Iran meyakini keberlanjutan penutupan Selat Hormuz dan dampaknya terhadap harga bahan bakar dunia akan meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Trump.

Teheran juga memperhitungkan menyusutnya persediaan rudal canggih Amerika Serikat serta rendahnya popularitas perang di tengah masyarakat Amerika sebagai faktor yang akan mendorong Washington memenuhi tuntutan Iran.

Baca juga: Iran Ungkap Rincian Operasi dalam Serangan ke Pusat Komando CENTCOM di Al Udeid

Iran meyakini perselisihan mengenai Selat Hormuz telah berubah menjadi bentuk pencegahan strategis yang menempatkan Amerika Serikat dalam posisi tanpa pilihan selain mundur.

Menurut pandangan yang dikutip media berbahasa Ibrani tersebut, tekanan akibat penutupan Selat Hormuz, ditambah persoalan persenjataan dan rendahnya dukungan publik terhadap perang, pada akhirnya akan memaksa pemerintahan Trump merespons tuntutan Teheran. []

Baca juga: Iran Sebut AS Sengaja Membatalkan Kesepakatan Penghentian Perang demi Melanjutkan Konflik