Internasional
Keterlibatan Kanada dalam Perang terhadap Iran Mulai Terindikasi

Ahlulbait Indonesia, 13 Agustus 2026 — Keterlibatan Kanada dalam perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai terindikasi setelah pemerintah Ottawa secara diam-diam memberikan medali militer kepada seorang perwira senior Angkatan Udara Kerajaan Kanada yang memimpin evakuasi sekitar 10.000 personel dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar saat perang 12 hari pada Juni 2025.
Menurut laporan media Kanada yang dikutip Fars News Agency pada Kamis (13/8/26), pemerintah Kanada pada bulan lalu menyetujui pemberian Medali Salib Jasa Terpuji kepada Kolonel David K. Thorne, mantan pilot pesawat tempur CF-18 yang kini menjabat wakil komandan Divisi Udara Pertama Kanada.
Baca juga: CENTCOM Klaim Alihkan Rute 59 Kapal dalam Blokade Laut terhadap Iran
Militer Kanada menyatakan Thorne mendapat penghargaan tersebut karena memimpin proses evakuasi aman sekitar 10.000 personel dari Pangkalan Udara Al Udeid ketika Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran pada 13 Juni 2025, yang kemudian berkembang menjadi perang selama 12 hari.
Pernyataan militer Kanada diterbitkan pada 26 Juli 2026, sekitar satu tahun setelah perang tersebut berakhir. Pengungkapan yang terlambat itu memicu sorotan terhadap transparansi pemerintah Kanada mengenai aktivitas militernya di kawasan Teluk Persia.
Menurut pejabat militer Kanada yang berbicara kepada CTV News, Thorne saat itu memimpin Combined Air Operations Center atau CAOC, pusat komando yang melibatkan 17 negara dan berlokasi di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar.
National Post melaporkan bahwa pemberian medali tersebut menjadi pertama kalinya publik Kanada mengetahui peran Thorne dalam perang tersebut. Laporan itu juga memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan aktivitas Kanada sejak perang terhadap Iran kembali berkobar pada Februari 2026.
Ottawa Dituding Menutupi Aktivitas Militernya
Juru bicara Departemen Pertahanan Nasional Kanada, Kend Sadiqou, mengatakan pada Senin bahwa wawancara dengan Thorne tidak dapat dilakukan.
Dalam surat elektronik pada Selasa, Sadiqou menyatakan bahwa Kanada tidak terlibat dalam operasi militer ofensif terhadap Iran.
Pernyataan tersebut mendapat sorotan karena sejumlah informasi mengenai keberadaan personel Kanada di kawasan itu sebelumnya tidak diungkapkan kepada publik. Mantan Menteri Pertahanan Kanada, Peter MacKay, mengkritik kerahasiaan seputar pemberian penghargaan kepada Thorne.
MacKay menilai keputusan pemerintah untuk tidak mengungkap penghargaan tersebut secara terbuka sebagai sesuatu yang janggal. Menurutnya, pemerintah Perdana Menteri Mark Carney berupaya menunjukkan sikap keras terhadap Amerika Serikat di tengah perang dagang kedua negara.
Baca juga: Krisis Hantam USS Abraham Lincoln dari Kekurangan Makanan Hingga Bunuh Diri
“Pemerintah sejak pemilu terakhir terus menegaskan bahwa mereka mengambil sikap keras terhadap Amerika Serikat. Namun, terbongkarnya cerita seperti ini merusak seluruh narasi tersebut,” kata MacKay.
Pangkalan Al Udeid merupakan pusat komando internasional, sekaligus pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di Timur Tengah. Mayoritas personel yang ditempatkan di fasilitas tersebut berasal dari Amerika Serikat.
Pada musim semi tahun ini, ketika ditanya mengenai peran Kanada dalam perang terhadap Iran, Carney mengatakan militer Kanada tidak terlibat dalam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam konferensi pers di Australia pada Maret, Carney mengatakan Kanada bukan bagian dari tindakan tersebut.
Namun, ketika ditanya apakah Kanada dapat mengubah sikap jika konflik meluas, Carney menyatakan kemungkinan keterlibatan tidak dapat ditolak secara mutlak. Menurutnya, Kanada akan berdiri bersama para sekutunya apabila langkah tersebut dinilai masuk akal.
Keberadaan 200 Personel Kanada Sebelumnya Terungkap
CTV News melaporkan bahwa meskipun pemerintah Ottawa berulang kali menyatakan tidak terlibat dalam operasi ofensif terhadap Iran, pemerintah sebelumnya tidak mengungkap keberadaan 200 personel pendukung Kanada di kawasan tersebut.
Media Kanada mengungkap keberadaan personel itu pada Maret, ketika Amerika Serikat dan Israel tengah melancarkan serangan udara terhadap Iran.
Selain itu, Carney baru mengakui kerusakan pada pangkalan militer Kanada di Kuwait akibat serangan rudal Iran setelah gambar satelit dan laporan media mengenai insiden tersebut beredar.
Laporan media pada 1 Maret 2026 menyebut sebuah rudal Iran menghantam fasilitas militer Kanada yang dikenal sebagai Camp Canada.
Baca juga: Lalu Lintas Kapal Bantah Klaim Trump soal Kendali AS atas Selat Hormuz
David Perry, kepala Canadian Global Affairs Institute dan analis pertahanan, mengatakan kepada National Post bahwa Kanada dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan transparansi mengenai berbagai persoalan pertahanan.
“Mereka tidak banyak menerbitkan informasi dan tidak banyak memberikan penjelasan mengenai hal tersebut,” kata Perry.
Menurut Perry, perkembangan situasi di Timur Tengah serta hubungan Ottawa dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemungkinan membuat pemerintah Kanada memiliki kepekaan tertentu terhadap isu tersebut.
Pemberian medali kepada perwira yang memimpin evakuasi sekitar 10.000 personel dari pusat komando militer internasional menjadi indikasi terbaru mengenai aktivitas Kanada selama konflik Iran. Di tengah klaim resmi Ottawa bahwa Kanada tidak terlibat dalam operasi militer ofensif terhadap Iran, pengungkapan tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana keterlibatan militer Kanada di kawasan tersebut. []
Baca juga: Mearsheimer Bantah Klaim Trump soal Hormuz: Iran Masih Pegang Kendali







