Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Desak Jadwal Penarikan Pasukan Israel dari Lebanon

Published

on

Ahlulbait Indonesia, 29 Juni 2026 — Iran mendesak penetapan jadwal yang jelas bagi penarikan pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon yang masih diduduki. Teheran menilai langkah tersebut merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan kesepakatan damai yang berkelanjutan sekaligus memulihkan stabilitas kawasan.

Menurut laporan Press TV pada Senin (29/6/2026), tuntutan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei saat menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kesepakatan yang ditandatangani Israel dan Lebanon di Washington melalui mediasi Amerika Serikat, serta implementasi poin pertama Nota Kesepahaman (MoU) Iran-Amerika Serikat terkait penghentian perang di Lebanon.

Baghaei menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan, integritas teritorial, serta keamanan seluruh rakyat Lebanon merupakan prinsip yang secara konsisten dipegang Iran. Menurutnya, unsur-unsur tersebut menjadi fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari setiap kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang maupun mengakhiri kehadiran militer Israel di Lebanon.

Ia mengatakan posisi Iran berlandaskan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip hukum internasional yang menempatkan penghormatan terhadap kedaulatan negara sebagai syarat mendasar bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Baghaei menambahkan pendekatan tersebut telah menjadi dasar tuntutan Iran sejak tercapainya kesepahaman gencatan senjata pada 8 April hingga penandatanganan Nota Kesepahaman Iran-Amerika Serikat pada 18 Juni.

Menurutnya, implementasi penuh poin pertama nota kesepahaman yang mencakup penghentian seluruh serangan Israel terhadap Lebanon serta penarikan pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki merupakan syarat utama bagi tercapainya penyelesaian politik yang bersifat permanen.

Baghaei juga mengingatkan bahwa Amerika Serikat memiliki komitmen yang secara tegas tercantum dalam poin pertama nota kesepahaman tersebut. Karena itu, Washington didesak mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk memastikan Israel menghentikan seluruh operasi militer dan tindakan agresi di wilayah Lebanon.

Selain itu, Iran menyerukan penyusunan jadwal yang jelas bagi penarikan pasukan Israel tanpa syarat dari seluruh wilayah pendudukan di Lebanon. Baghaei menilai kepastian mengenai tahapan penarikan menjadi elemen penting bagi keberhasilan implementasi kesepakatan sekaligus pembentukan perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Israel dan Lebanon menandatangani kesepakatan kerangka berisi 14 poin di Washington yang bertujuan mengakhiri permusuhan dan menyelesaikan persoalan keamanan di sepanjang perbatasan kedua negara.

Menurut data otoritas Lebanon yang dikutip Press TV, sejak dimulainya serangan terbaru Israel pada 2 Maret, sedikitnya 4.246 orang tewas dan 12.190 lainnya mengalami luka-luka. Di sisi lain, Hizbullah menyatakan operasi militernya akan terus berlanjut selama serangan dan pendudukan Israel di wilayah Lebanon belum berakhir. []

Continue Reading