Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Irak Tetapkan 30 September sebagai Batas Final Penarikan Pasukan AS

Published

on

Pemerintah Irak menetapkan 30 September 2026 sebagai batas final penarikan pasukan Amerika Serikat dari wilayah Irak.
Pemerintah Irak menetapkan 30 September 2026 sebagai batas final penarikan pasukan Amerika Serikat dari wilayah Irak.

Ahlulbait Indonesia, 13 Agustus 2026 — Pemerintah Irak menetapkan 30 September 2026 sebagai batas final dan tidak dapat diubah bagi penarikan seluruh pasukan Amerika Serikat dari wilayahnya. Keputusan tersebut dikonfirmasi Washington dan dilaporkan Associated Press serta Al Jazeera pada 12 Agustus 2026.

Keputusan itu diambil dalam rapat Dewan Menteri Keamanan Nasional Irak yang dipimpin Perdana Menteri sekaligus Panglima Angkatan Bersenjata Ali Faleh al-Zaydi. Dewan menekankan perlunya langkah untuk melindungi kepentingan nasional, memperkuat stabilitas dalam negeri, dan menjamin kedaulatan Irak.

Baca juga: Lalu Lintas Kapal Bantah Klaim Trump soal Kendali AS atas Selat Hormuz

Al-Zaydi juga memerintahkan pelaksanaan rencana keamanan pada tingkat tertinggi guna menjaga stabilitas internal dan kedaulatan nasional.

Tanggal 30 September, yang bertepatan dengan 8 Mehr 1405 dalam kalender Iran, ditetapkan sebagai tenggat penyelesaian penarikan pasukan Amerika yang masih berada di Irak dalam kerangka misi koalisi internasional.

Al Jazeera melaporkan seorang pejabat Amerika mengonfirmasi bahwa Washington memperkirakan seluruh proses penarikan pasukannya selesai pada tanggal tersebut. Associated Press juga melaporkan pada 12 Agustus bahwa militer Amerika berada pada jalur untuk menuntaskan penarikan dari Irak hingga akhir September.

Menurut AP, penarikan tersebut akan mengakhiri kehadiran militer Amerika yang bermula sejak invasi Irak pada 2003. Washington tidak mengungkapkan jumlah pasukan Amerika yang masih berada di Irak maupun lokasi penempatan mereka setelah penarikan. Sebagian besar pasukan Amerika telah meninggalkan Irak pada tahun sebelumnya, sementara sejumlah personel masih berada di wilayah Kurdistan Irak.

Baca juga: Mearsheimer Bantah Klaim Trump soal Hormuz: Iran Masih Pegang Kendali

Setelah penarikan selesai, pasukan keamanan Irak, Peshmerga, dan aparat keamanan Wilayah Kurdistan Irak akan mengambil alih tanggung jawab utama dalam operasi melawan kelompok teroris, menurut pejabat Amerika yang dikutip dalam laporan Tasnim.

Penetapan tenggat tersebut menjadi tahap akhir dari proses pengakhiran kehadiran militer Amerika di Irak dan pengalihan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak serta aparat keamanan Wilayah Kurdistan. []

Baca juga: Begini Taktik Iran Tembus Pertahanan AS hingga Jatuhkan F-15E