Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

AS Klaim Ancaman Iran Paksa Trump Ganti Pesawat di Ankara

Published

on

Donald Trump disebut mengganti pesawat secara diam-diam di Ankara setelah pejabat AS mengklaim adanya ancaman dari kelompok Iran.
Donald Trump disebut mengganti pesawat secara diam-diam di Ankara setelah pejabat AS mengklaim adanya ancaman dari kelompok Iran.

Ahlulbait Indonesia, 13 Agustus 2026 — Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengklaim ancaman dari kelompok Iran yang menyusup ke Turki dengan membawa rudal panggul membuat Presiden AS Donald Trump harus mengganti pesawat secara diam-diam saat berada di Ankara. Rincian mengenai insiden tersebut dilaporkan ABC News dan The Washington Post pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut laporan Fars News Agency, ABC News mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya. Sumber tersebut mengatakan aparat keamanan Amerika meyakini kelompok Iran itu memiliki informasi mengenai rute perjalanan Trump selama berada di Ankara.

Baca juga: Krisis Hantam USS Abraham Lincoln dari Kekurangan Makanan Hingga Bunuh Diri

Hanya segelintir orang di pesawat Air Force One yang semula digunakan Trump disebut mengetahui rencana perubahan penerbangan. Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent tetap berada di pesawat tersebut sebagai bagian dari pengalihan, sementara Menteri Pertahanan Pete Hegseth berada di jet kecil yang digunakan Trump.

Dua pesawat Amerika itu kemudian dikawal jet tempur F-35 untuk menjaga agar perubahan rute dan pesawat tidak diketahui. Para wartawan yang berada di Air Force One juga diperintahkan menutup jendela sepanjang penerbangan. Menurut ABC News, perintah tersebut disampaikan atas arahan Secret Service. Pesawat itu juga mematikan pemancar radar.

The Washington Post melaporkan informasi mengenai dugaan ancaman terhadap Trump berasal dari Israel. Informasi tersebut disebut diterima Amerika Serikat sekitar empat hingga lima jam sebelum jadwal penerbangan dan kemudian mendorong perubahan pesawat Trump.

Baca juga: Sekretariat DPD ABI Kota Malang Terima Kunjungan Komikus Aji Prasetyo

Seorang pejabat Amerika yang dikutip Washington Post mengatakan pemberian informasi oleh Israel mengenai dugaan rencana serangan Iran terhadap Trump mungkin dimaksudkan untuk memengaruhi keputusan Presiden AS tersebut.

Trump menanggapi insiden tersebut pada Rabu malam. Saat ditanya wartawan, dia mengatakan persoalan itu berkaitan dengan Secret Service dan mengaku meyakini adanya ancaman.

Klaim mengenai penyusupan kelompok Iran, keberadaan rudal panggul, dan dugaan rencana serangan terhadap Trump berasal dari keterangan pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya. Laporan Fars juga tidak memuat tanggapan dari pemerintah Iran. []

Baca juga: Mearsheimer Bantah Klaim Trump soal Hormuz: Iran Masih Pegang Kendali