Internasional
Israel Bombardir Lebanon Selatan, Hizbullah Tegaskan Hak Membalas

Ahlulbait Indonesia, 29 Juni 2026 — Fars News Agency pada Senin (29/6) melaporkan bahwa Hizbullah menegaskan tetap memiliki hak untuk merespons setiap pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel, menyusul kembali meningkatnya serangan udara dan operasi militer Israel di wilayah selatan Lebanon.
Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menuduh militer Israel terus mengabaikan kesepakatan gencatan senjata melalui rangkaian operasi militer di sejumlah wilayah. Mengutip Al Jazeera, Fars News menyebut pelanggaran itu mencakup peledakan di Majdal Zoun, serangan udara ke Kota Nabatieh, serta pemboman di Meifadoun dan Froun.
Hizbullah juga menuding pasukan Israel menghancurkan bangunan permukiman di Taybeh dan Hadatha, serta melemparkan bom kejut di dekat warga sipil di Burj Qalawiyah dan Braashit.
Menurut Hizbullah, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terang terhadap kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku. Organisasi perlawanan Lebanon itu menegaskan tetap berkomitmen menjalankan seluruh kewajiban yang diatur dalam perjanjian tersebut.
Dalam pernyataan yang sama, Hizbullah menyatakan seluruh dugaan pelanggaran Israel terus dipantau, dicatat, dan didokumentasikan. Organisasi itu menegaskan haknya untuk mengambil langkah pembelaan demi melindungi Lebanon dan rakyatnya apabila pelanggaran terus berlanjut.
Di sisi lain, militer Israel pada Minggu malam kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah sasaran di Lebanon selatan. Operasi tersebut menandai berlanjutnya eskalasi keamanan di kawasan perbatasan yang dalam beberapa pekan terakhir kembali diwarnai saling tuding pelanggaran gencatan senjata.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membenarkan serangan tersebut. Netanyahu mengatakan pemerintah Amerika Serikat telah menerima pemberitahuan sebelum operasi militer dilaksanakan. []
Baca juga: Romo F.X. Suhanto: Nilai Karbala Jadi Fondasi Persaudaraan Lintas Iman

