Nasional
Peringatan Asyura 1448 H di Samarinda Angkat Semangat Perjuangan Imam Husain a.s. dan Persatuan Nusantara

Samarinda, 28 Juni 2026 — Sekitar 550 peserta menghadiri peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah (Asyura) yang diselenggarakan di Trans Mav Hotel, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Sabtu (27/6). Kegiatan yang mengusung tema “Asyura dan Nusantara: Warisan Perjuangan yang Menyatukan Budaya dan Spiritual” ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Imam Husain a.s. sekaligus mempererat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Acara tersebut merupakan kolaborasi Yayasan Al Munthazar Dua Belas yang dipimpin Ali Mukti dan Yayasan Al Qaim Samarinda yang dipimpin Rudiansyah. Peringatan ini diselenggarakan untuk mengenang kesyahidan cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain a.s., bersama para syuhada Karbala sebagai simbol perjuangan menegakkan keadilan dan kebenaran.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua MUI Kota Samarinda, Ustadz M. Fathurahman Hakim Al Hafidz, M.Kom., serta perwakilan dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), komunitas Gusdurian, dan Padepokan Sinar Islam. Kehadiran berbagai unsur masyarakat mencerminkan semangat persatuan serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia yang diwakili Ahmad Tsaqib. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat menjadikan Asyura sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian sosial serta meneladani keberanian Imam Husain a.s. dalam menghadapi ketidakadilan.
Sambutan juga disampaikan oleh pimpinan Yayasan Al Qaim Samarinda dan Yayasan Al Munthazar Dua Belas. Keduanya menegaskan bahwa peringatan Asyura bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kejujuran, pengorbanan, dan keberpihakan pada nilai-nilai kebenaran.
Dalam tausiyahnya, Habib Abdullah Hinduan mengulas makna spiritual Peristiwa Karbala. Ia menyampaikan bahwa terdapat dua peristiwa besar yang menjadi simbol kepedihan dalam sejarah para nabi dan Ahlul Bait, yaitu wafatnya Nabi Yahya a.s. dan kesyahidan Imam Husain a.s. di Karbala.
Baca juga: Romo E.X. Suhanto: Nilai Karbala Jadi Fondasi Persaudaraan Lintas Iman
“Peristiwa Karbala mengajarkan keberanian, keteguhan hati, dan perjuangan melawan kezaliman. Nilai-nilai itu tetap relevan bagi kehidupan manusia sepanjang zaman,” ujarnya.
Suasana khidmat semakin terasa ketika Habib Ahmad Syahab membacakan maktal yang mengisahkan detik-detik perjuangan Imam Husain a.s. di Padang Karbala. Pembacaan tersebut mengajak para peserta merenungkan pengorbanan yang dilakukan demi mempertahankan prinsip dan kebenaran.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tim Matam Pemuda Samarinda yang membawakan puisi dan matam sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Imam Husain a.s. Penampilan tersebut berlangsung penuh penghayatan dan menghadirkan suasana haru di kalangan peserta.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Peringatan Asyura 1448 Hijriah di Samarinda diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat nilai persaudaraan, serta menghidupkan kembali pesan universal Karbala tentang keberanian menegakkan kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan. [Laporan Nugraha]
Baca juga: Pemkot Semarang Ajak Jadikan Nilai Karbala sebagai Fondasi Kerukunan dan Keadilan







