Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Serang Target Militer AS sebagai Balasan atas Serangan di Wilayah Pesisir Iran

Published

on

Rudal-rudal Iran dalam dokumentasi resmi.
Rudal-rudal Iran dalam dokumentasi resmi. (Dok. Press TV)

Ahlulbait Indonesia, 28 Juni 2026 — Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menyerang sejumlah target militer Amerika Serikat di kawasan sebagai balasan atas serangan udara yang disebut menghantam wilayah pesisir Iran.

Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (26/6/2026), korps tersebut menyebut serangan balasan itu menyasar lokasi penempatan pasukan militer Amerika Serikat di kawasan. Operasi tersebut, menurut IRGC, merupakan respons terhadap serangan udara Amerika Serikat di wilayah pesisir Iran.

Baca juga: Iran Tegaskan Kanal Komunikasi dengan AS di Selat Hormuz Bersifat Politik

IRGC menegaskan bahwa Amerika Serikat kembali melanggar komitmen yang telah disepakati dengan menggunakan berbagai dalih, termasuk insiden pelayaran sebuah kapal yang disebut melintasi jalur tidak resmi di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan mengaku telah menyerang sejumlah sasaran di Iran. Washington menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas dugaan serangan pesawat nirawak terhadap kapal kargo berbendera Singapura, MV Ever Lovely, ketika meninggalkan Selat Hormuz melalui perairan Oman pada Kamis.

Iran berulang kali membantah tuduhan menyerang sasaran sipil maupun objek nonmiliter. Teheran juga memperingatkan adanya kemungkinan operasi false flag yang bertujuan mengaitkan Iran dengan serangan-serangan tersebut.

Dalam pernyataannya, IRGC juga menuduh Amerika Serikat berupaya melanggar komitmen yang tercantum dalam nota kesepahaman yang baru ditandatangani kedua negara melalui berbagai tindakan yang disebut sebagai provokasi.

Baca juga: Dewan Pakar Iran Ingatkan Pemerintah Jangan Langgar Garis Merah dalam Negosiasi

“Amerika Serikat kini telah menerima respons yang diperlukan. Hal yang sama akan berlaku terhadap setiap pelanggaran berikutnya,” demikian pernyataan IRGC.

IRGC juga memperingatkan bahwa apabila serangan terhadap Iran kembali terjadi, respons yang diberikan akan lebih luas dibandingkan operasi yang telah dilakukan.

Menurut laporan Press TV, penandatanganan nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat didahului oleh pengumuman gencatan senjata yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 7 April, menyusul eskalasi terbaru konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dalam laporan terpisah, Press TV menyebut serangan Iran sebelumnya terhadap fasilitas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain telah mendorong Washington mempertimbangkan pemindahan sebagian aset militernya dari Bahrain ke wilayah yang diduduki Israel. []

Baca juga: Pesan Peringatan Jenderal Qaani Picu Kekhawatiran Menteri Perang Israel