Internasional
Hizbullah Gempur Pusat Komando Israel di Al-Bayyadah

Ahlulbait Indonesia | 23 Mei 2026 — Kelompok Perlawanan Islam, Hizbullah Lebanon mengumumkan serangan terhadap pusat komando baru militer Israel di Al-Bayyadah, Lebanon selatan, di tengah meningkatnya ketegangan perbatasan dan rapuhnya gencatan senjata antara kedua pihak.
Baca juga: Kabinet Israel Perintahkan Perluasan Operasi Militer Terhadap Hizbullah
Dalam pernyataan resminya yang dikutip Mehr News Agency pada Sabtu (23/5/2026), Hizbullah menyebut operasi itu dilakukan sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata dan serangan Israel terhadap desa-desa di Lebanon selatan yang menyebabkan warga sipil tewas dan luka-luka.
Kelompok perlawanan Islam tersebut menyatakan serangan dilancarkan pada pukul 19.45 waktu setempat menggunakan drone bunuh diri yang menghantam pusat komando militer Israel di Al-Bayyadah. Fasilitas itu disebut baru dibangun militer Israel untuk memperkuat posisi operasionalnya di kawasan perbatasan.
Hizbullah menegaskan operasi tersebut dilakukan “untuk membela Lebanon dan rakyatnya” sekaligus sebagai balasan atas agresi terbaru Israel.
Tidak hanya menyerang pusat komando, Hizbullah juga meluncurkan serangan roket ke titik konsentrasi pasukan Israel di Al-Bayyadah. Serangan lain diarahkan ke posisi militer Israel di Naqoura menggunakan drone bunuh diri.
Baca juga: Drone Serat Optik Hizbullah Mengusik Superioritas Pertahanan Israel
Rangkaian operasi itu menandai meningkatnya intensitas serangan Hizbullah dalam beberapa pekan terakhir, seiring terus berlangsungnya saling serang lintas batas antara kedua pihak.
Pada saat hampir bersamaan, media-media Ibrani melaporkan terjadinya “insiden keamanan” baru yang menimpa militer Israel di Naqoura. Namun, hingga kini belum ada rincian resmi mengenai korban maupun skala kerusakan yang ditimbulkan.
Situasi di Lebanon selatan dalam beberapa hari terakhir terus bergerak menuju eskalasi terbuka. Israel masih melancarkan serangan ke sejumlah wilayah perbatasan dengan dalih menargetkan infrastruktur Hizbullah, sementara kelompok perlawanan Lebanon itu memperluas pola serangan terhadap posisi-posisi militer Israel.
Baca juga: Hamas Puji Iran dan Hizbullah, Serukan Pembelaan Al-Aqsa dan Tahanan Palestina
Meningkatnya penggunaan drone bunuh diri dan serangan presisi juga menunjukkan perubahan taktik Hizbullah yang semakin terukur dalam menghadapi tekanan militer Israel di kawasan perbatasan.
Perkembangan terbaru di Al-Bayyadah dan Naqoura kembali memperlihatkan bahwa garis depan Lebanon-Israel tetap berada dalam kondisi sangat rapuh dan sewaktu-waktu dapat berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas.







