Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Kementerian Pertahanan Iran: Setiap Agresi Akan Dibalas dengan Respons Tegas dan Proporsional

Published

on

Brigadir Jenderal Garda Revolusi Islam (IRGC) Reza Talaei-Nik, dalam wawancara dengan Shabake Khabar TV, Selasa (7/7/2026).
Brigadir Jenderal Garda Revolusi Islam (IRGC) Reza Talaei-Nik, dalam wawancara dengan Shabake Khabar TV, Selasa (7/7/2026).

Ahlulbait Indonesia, 8 Juli 2026 – Republik Islam Iran menegaskan tetap mengedepankan jalur diplomasi dalam menghadapi berbagai dinamika regional dan internasional. Namun, setiap bentuk agresi maupun pelanggaran terhadap garis merah negara akan dihadapi dengan respons yang tegas, efektif, dan proporsional.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Garda Revolusi Islam (IRGC) Reza Talaei-Nik, dalam wawancara dengan IRINN Shabake Khabar, Selasa (7/7/2026). Menurutnya, pengalaman selama ini menunjukkan bahwa Iran memiliki kapabilitas sekaligus tekad untuk memberikan respons terhadap setiap tindakan yang mengancam kedaulatan negaranya.

Talaei-Nik juga menyoroti kehadiran jutaan warga Iran dalam prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam jumlah besar merupakan peneguhan kembali komitmen rakyat terhadap cita-cita Revolusi Islam, kemerdekaan, kebebasan, Republik Islam, serta jalan perjuangan yang diwariskan pemimpin tersebut.

Ia menilai hubungan antara rakyat dan kepemimpinan tetap terjalin dalam ikatan keyakinan yang kokoh. Karena itu, pemikiran dan perjuangan Pemimpin Syahid Revolusi Islam diyakininya akan terus menginspirasi generasi mendatang, sebagaimana peristiwa Asyura yang selama berabad-abad menjadi sumber inspirasi perjuangan melawan kezaliman dan penindasan.

Baca juga: Wawancara Khusus Media ABI: Ustadz Abdullah Beik Jelaskan Hukum Penundaan Pemakaman Syahid al-Imam Sayyid Ali Khamenei

Menyinggung kebijakan Amerika Serikat dan negara-negara Barat terhadap Iran sejak kemenangan Revolusi Islam, Talaei-Nik mengatakan bahwa sektor pertahanan Iran sebelumnya sangat bergantung pada negara-negara Barat. Namun, sanksi menyeluruh dan penghentian kerja sama militer justru mendorong Iran membangun kemandirian pertahanan melalui penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri nasional.

Menurutnya, hasil dari kebijakan tersebut kini terlihat nyata. Iran telah mampu merancang dan memproduksi beragam sistem serta peralatan pertahanan secara mandiri. Bahkan, negara itu kini menjadi salah satu pengekspor perlengkapan pertahanan.

Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari pandangan strategis Pemimpin Syahid Revolusi Islam yang menempatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemandirian sebagai fondasi utama kekuatan nasional. Pengalaman perang terakhir, lanjutnya, semakin memperkuat kapasitas pertahanan dan daya tangkal Iran.

Mengenai konflik terakhir, Talaei-Nik mengatakan bahwa pihak lawan meyakini pembunuhan terhadap pemimpin revolusi, para komandan militer, ilmuwan, serta serangan terhadap kawasan permukiman akan mampu melemahkan sistem Republik Islam Iran. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

“Persatuan nasional semakin menguat, dukungan rakyat meningkat, dan tujuan-tujuan musuh di lapangan tidak tercapai,” ujarnya.

Baca juga: Megawati: Ayatullah Ali Khamenei Penjaga Api Perjuangan Dunia Ketiga

Ia menambahkan, meningkatnya semangat pengorbanan masyarakat serta kesiapan warga untuk mempertahankan negara menunjukkan kegagalan perhitungan Amerika Serikat dan rezim Zionis dalam konflik tersebut.

Menegaskan kembali doktrin pertahanan Iran, Talaei-Nik mengatakan negaranya akan terus mengedepankan diplomasi sebagai instrumen utama dalam hubungan internasional. Meski demikian, setiap tindakan agresif maupun pelanggaran terhadap garis merah Iran akan direspons secara tegas, efektif, dan proporsional.

Menutup keterangannya, Talaei-Nik menegaskan bahwa Republik Islam Iran akan terus memperkuat kekuatan nasional, meningkatkan kemampuan penangkalan, serta menjaga keamanan berkelanjutan dengan bertumpu pada dukungan rakyat, kapasitas nasional, pengalaman pertahanan, dan arahan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei. []

Baca juga: Dubes Iran: Teheran Belum Pastikan Kehadiran Menlu Sugiono di Pemakaman Syahid Imam Ali Khamenei