Internasional
Jenderal Qaani: Prosesi Pemakaman Syahid Ayatullah Ali Khamenei di Irak Perkuat Solidaritas Iran-Irak

Ahlulbait Indonesia, 8 Juli 2026 – Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Esmail Qaani, menegaskan bahwa prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, di Irak akan semakin memperkokoh persatuan rakyat Iran dan Irak serta mempertegas semangat menuntut keadilan atas darah para syuhada.
Pernyataan tersebut disampaikan Qaani dalam pesan tertulis yang dikutip Kantor Berita Mehr, Selasa (7/7/2026). Menurutnya, penyelenggaraan prosesi pemakaman di Irak menjadi simbol kuatnya ikatan spiritual dan sejarah antara kedua bangsa.
Baca juga: Kementerian Pertahanan Iran: Setiap Agresi Akan Dibalas dengan Respons Tegas dan Proporsional
“Prosesi pemakaman yang luar biasa atas jenazah suci Pemimpin Syahid kita di Irak akan semakin mengokohkan kepalan tangan persatuan dua bangsa dalam menghadapi berbagai konspirasi Amerika serta mempertegas garis merah perjuangan menuntut keadilan atas darah para syuhada,” tulisnya.
Qaani menyatakan bahwa besarnya dukungan pemerintah dan rakyat Irak, disertai persiapan yang dilakukan untuk menyelenggarakan peristiwa bersejarah tersebut, mencerminkan eratnya hubungan spiritual antara Iran dan Irak di hadapan dunia.
Ia juga menyinggung dukungan Syahid Ayatullah Sayyid Ali Khamenei kepada rakyat Irak serta peran marjaiah dalam menghadapi ancaman ISIS. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi landasan perjuangan Jenderal Qassem Soleimani bersama para pejuang Irak dalam menghadapi ISIS dan, menurut pandangannya, agresi Amerika Serikat.
Menutup pesannya, Qaani menegaskan bahwa prosesi pemakaman Pemimpin Syahid di Irak akan menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat solidaritas Iran dan Irak, sebagaimana prosesi penghormatan terakhir bagi Jenderal Qassim Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis yang, menurutnya, menjadi simbol persatuan dan keteguhan kedua bangsa. []
Baca juga: Megawati: Ayatullah Ali Khamenei Penjaga Api Perjuangan Dunia Ketiga







