Internasional
Kabinet Israel Perintahkan Perluasan Operasi Militer Terhadap Hizbullah

Ahlulbait Indonesia | 14 Mei 2026 — Kabinet keamanan Israel dilaporkan memerintahkan militer rezim tersebut menyiapkan rencana operasi yang lebih luas dan lebih dalam ke wilayah Lebanon di tengah meningkatnya konfrontasi dengan Hizbullah.
Menurut laporan media Israel Israel Hayom pada Kamis (14/5/2026) dini hari yang dikutip Fars News Agency, kabinet keamanan Israel telah menginstruksikan tentara untuk menyiapkan skenario baru bagi operasi militer di Lebanon.
Baca juga: WHO Sebut Lebih dari 43 Ribu Warga Gaza Alami Cedera Permanen Akibat Perang Israel
“Tidak ada jalan lain selain kembali ke perang aktif di Lebanon,” demikian pernyataan yang dikutip dari kabinet keamanan Israel.
Laporan tersebut menyebut para pejabat keamanan Israel meyakini peningkatan serangan terhadap Lebanon dapat memicu tekanan internal terhadap Hizbullah sekaligus mendorong penolakan publik terhadap kelompok perlawanan itu.
Kabinet keamanan Israel juga disebut menilai bahwa serangan besar terhadap Iran dapat memutus jalur bantuan menuju Hizbullah serta menghentikan dukungan finansial kepada kelompok tersebut.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya operasi Hizbullah terhadap posisi dan pangkalan militer Israel menggunakan drone FPV atau First Person View yang dalam beberapa pekan terakhir disebut menjadi ancaman baru bagi pasukan Israel.
Baca juga: IRGC Bongkar Lima Jaringan Senjata Terkait Israel
Serangan drone Hizbullah dinilai semakin sulit dihadapi karena mampu menghantam target secara presisi dengan biaya operasional yang relatif rendah.
Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan perbatasan Lebanon-Israel terus menjadi salah satu titik konflik paling panas di Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan regional antara Israel, Iran, dan kelompok-kelompok poros perlawanan.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya perang regional apabila konfrontasi antara Israel dan Hizbullah berkembang menjadi operasi militer berskala besar di Lebanon.
Di tengah eskalasi itu, serangan-serangan Hizbullah disebut mulai memberikan tekanan baru terhadap sistem pertahanan dan posisi militer Israel, terutama melalui penggunaan drone tempur berteknologi sederhana tetapi efektif di medan perang. []
Baca juga: Drone Serat Optik Hizbullah Mengusik Superioritas Pertahanan Israel







