Internasional
Jurnalis dan Analis Dunia Soroti Pemakaman Syahid Ayatullah Khamenei: “Rakyat Iran Telah Bersuara”

Ahlulbait Indonesia, 8 Juli 2026 – Besarnya prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, memicu gelombang tanggapan dari jurnalis, akademisi, dan pengamat politik di berbagai negara. Di berbagai platform media sosial, banyak di antara mereka menilai peristiwa tersebut menjadi salah satu mobilisasi publik terbesar dalam sejarah modern sekaligus menggugurkan berbagai narasi yang selama ini dibangun mengenai Iran.
Jurnalis Max Blumenthal, pendiri sekaligus editor The Grayzone, termasuk yang hadir langsung di Teheran. Baginya, tidak ada foto maupun rekaman video yang mampu menggambarkan besarnya lautan manusia yang memenuhi ibu kota Iran. Suasana duka, keteguhan, lantunan syair, dan seruan menuntut keadilan, tulisnya, menyatu dalam prosesi yang menunjukkan kuatnya kohesi nasional.
Pandangan serupa disampaikan komentator media sosial Hadi. Besarnya arus pelayat di Teheran maupun berbagai kota lain di Iran, menurutnya, merupakan peristiwa yang sulit dicari padanannya dalam sejarah kontemporer.
Sejumlah akademisi juga menilai prosesi tersebut memiliki makna politik yang jauh melampaui sebuah upacara pemakaman. Ilmuwan politik Norwegia Glenn Diesen menyebut besarnya kehadiran masyarakat sebagai bukti bahwa Washington dan para sekutunya keliru membaca tingkat dukungan rakyat terhadap pemerintah Iran. Analisis yang selama ini menggambarkan lemahnya legitimasi domestik Iran, katanya, tidak sejalan dengan kenyataan yang tampak di lapangan.
Kesimpulan yang hampir sama disampaikan analis politik Afrika Selatan Mbuyiseni Ndlozi. Menurutnya, jutaan pelayat yang memadati berbagai lokasi menunjukkan persatuan nasional, bukan perpecahan sebagaimana banyak diperkirakan setelah gugurnya Ayatullah Khamenei.
Komentator Australia-Lebanon Mario Nawfal mengaku memperoleh perspektif baru setelah menyaksikan langsung besarnya prosesi tersebut. Pengalaman itu, tulisnya, membuat banyak gambaran yang selama ini diterimanya mengenai Iran patut dipertanyakan kembali.
Jurnalis Inggris sekaligus pendiri Novara Media, Aaron Bastani, melihat pemandangan di Teheran bertolak belakang dengan citra Iran yang selama ini banyak ditampilkan sebagian media Barat. Penulis Palestina-Amerika Susan Abulhawa juga menilai besarnya kehadiran masyarakat sulit dipadukan dengan anggapan bahwa rakyat Iran secara luas menolak kepemimpinan negaranya.
Komentator politik Inggris Bushra Shaikh menilai semakin banyak jurnalisme independen yang mampu menghadirkan gambaran berbeda mengenai Iran. Merujuk pada besarnya prosesi pemakaman, ia menulis singkat, “Rakyat Iran telah berbicara.”
Baca juga: Jutaan Pelayat di Najaf dan Karbala Bersiap Menyambut Jenazah Syahid Imam Ali Khamenei
Peneliti Polandia Paweł Wargan memandang hanya sedikit pemerintahan di dunia yang mampu menghimpun partisipasi publik sebesar itu. Baginya, peristiwa tersebut tidak hanya mencerminkan dinamika politik domestik Iran, tetapi juga menandai bergesernya lanskap geopolitik internasional.
Sementara itu, analis hukum internasional dan kebijakan luar negeri Iran Reza Nasri mengaitkan prosesi tersebut dengan berbagai prediksi pejabat Amerika Serikat selama bertahun-tahun yang menyebut sanksi ekonomi akan menggerus dukungan masyarakat terhadap pemerintah Iran. Pemandangan di Teheran, menurutnya, justru menunjukkan tingkat kohesi nasional yang tetap terjaga di tengah tekanan eksternal.
Jurnalis Amerika Glenn Greenwald menarik pelajaran lain dari peristiwa tersebut. Serangan terhadap warga sipil, tulisnya, cenderung memperkuat kemarahan publik dan solidaritas nasional, bukan melemahkannya sebagaimana sering diperkirakan.
Rangkaian prosesi penghormatan terakhir bagi Ayatullah Syahid Sayyid Ali Khamenei dimulai di Teheran dan berlanjut ke Kota Qom, Najaf, serta Karbala. Prosesi dijadwalkan ditutup di Kota Mashhad dengan pemakaman di kompleks Makam Suci Imam Ridha a.s., sesuai wasiat Pemimpin Syahid Revolusi Islam. []
Baca juga: Megawati: Ayatullah Ali Khamenei Penjaga Api Perjuangan Dunia Ketiga




Jutaan warga memadati Teheran dalam prosesi pemakaman Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang mendapat perhatian luas dari jurnalis dan analis internasional.











