Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Panglima Angkatan Darat Iran: Balas Dendam atas Syahidnya Ayatullah Khamenei Tak Pernah Berhenti

Published

on

Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, menyampaikan pidato pada hari kedua prosesi penghormatan publik bagi Ayatullah Ali Khamenei dan menegaskan komitmen Iran untuk terus menuntut keadilan atas syahidnya Pemimpin Besar Revolusi Islam.
Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, menyampaikan pidato pada hari kedua prosesi penghormatan publik bagi Ayatullah Ali Khamenei dan menegaskan komitmen Iran untuk terus menuntut keadilan atas syahidnya Pemimpin Besar Revolusi Islam. (Dok. Press TV)

Ahlulbait Indonesia, 6 Juli 2026 — Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan pernah menghentikan upaya menuntut keadilan dan melakukan pembalasan terhadap pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas syahidnya Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (5/7/2026), bertepatan dengan hari kedua prosesi penghormatan publik bagi Ayatullah Khamenei dan anggota keluarganya yang turut gugur.

“Mereka yang melakukan kejahatan ini harus mengetahui bahwa bangsa Iran dan seluruh rakyatnya tidak akan pernah menghentikan tuntutan untuk menegakkan keadilan. Kami tidak akan melepaskan mereka. Ini adalah keputusan yang pasti dan akan kami perjuangkan hingga membuahkan hasil,” ujar Hatami, seperti dikutip Press TV.

Baca juga: Jutaan Pelayat Mensalati Jenazah Ayatullah Syahid Sayyid Ali Khamenei

Menurut otoritas Iran, Ayatullah Khamenei syahid bersama putrinya, menantu laki-laki, menantu perempuan, cucu perempuan, serta sejumlah komandan senior militer dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kantor Pemimpin Revolusi Islam di Teheran pada 28 Februari 2026. Pemerintah Iran menyatakan serangan tersebut menjadi awal agresi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran.

Iran kemudian merespons serangan itu melalui operasi militer berskala besar yang menyasar pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di kawasan, disertai peluncuran rudal ke wilayah pendudukan Israel.

Meski demikian, para pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa operasi tersebut belum dipandang sebagai pembalasan akhir atas syahidnya Ayatullah Khamenei. Menurut mereka, negara itu tetap berkomitmen mengejar pembalasan yang bersifat final dan menentukan terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan Pemimpin Besar Revolusi Islam.

Baca juga: Diplomasi Al-Qur’an: Membaca Pesan di Balik Pemilihan Ayat bagi Delegasi Asing

Ayatullah Khamenei syahid pada usia 86 tahun. Sejak 1989, beliau memimpin Republik Islam Iran sebagai Pemimpin Besar Revolusi Islam setelah menggantikan Ayatullah Ruhollah Khomeini. Sebelumnya, beliau menjabat Presiden Iran selama dua periode berturut-turut dan dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah Republik Islam Iran pascarevolusi.

Di tengah suasana duka nasional, jutaan warga terus memadati Musala Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ayatullah Khamenei dan anggota keluarganya. Berdasarkan jadwal yang diumumkan panitia penyelenggara, jenazah akan dimakamkan di kompleks Makam Suci Imam Ridha, Mashhad, pada Kamis (9/7/2026), setelah rangkaian prosesi penghormatan yang digelar di Teheran, Qom, dan Irak. []

Baca juga: Konferensi Internasional di Qom Perkuat Ikhtiar Mengkaji Warisan Pemikiran Syahid Imam Ali Khamenei