Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pejabat Keamanan Iran: Berbicaralah dengan Hormat Tuan Trump

Published

on

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menegaskan kepada Donald Trump bahwa ancaman tidak akan menggoyahkan sikap Iran.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menegaskan kepada Donald Trump bahwa ancaman tidak akan menggoyahkan sikap Iran. (Foto: Press TV)

Ahlulbait Indonesia, 7 Juli 2026 – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menegaskan bahwa bangsa Iran tidak akan menerima bahasa ancaman setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan yang mengancam Iran. Menurutnya, setiap sikap yang merendahkan martabat rakyat Iran akan memperoleh respons yang setimpal.

Menurut laporan Press TV pada Selasa (7/7), pernyataan itu disampaikan setelah Trump berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih, pada Senin (6/7). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Amerika Serikat itu mengatakan Washington akan memenangkan konflik dengan Iran “dengan satu atau lain cara.”

“Kami akan mencapai kesepakatan, atau kami akan menyelesaikan pekerjaan itu. Menyelesaikannya bukan hal yang sulit,” kata Trump.

Baca juga: Jutaan Pelayat di Najaf dan Karbala Bersiap Menyambut Jenazah Syahid Imam Ali Khamenei

Menanggapi pernyataan tersebut, Zolghadr menyebut Trump hidup dalam delusi karena mengancam sekitar 91 juta rakyat Iran.

“Kepada Presiden Amerika yang hidup dalam delusi dan hari ini mengancam 91 juta rakyat Iran, saya katakan: sebelumnya Anda juga berbicara tentang menghapus peradaban Iran yang telah berdiri selama ribuan tahun. Hasil yang Anda peroleh hanyalah kekalahan, ketidakberdayaan, dan akhirnya memohon perundingan serta gencatan senjata,” ujar Zolghadr dalam pernyataan yang dirilis pada Senin.

Ia menegaskan bahwa ancaman bukanlah bahasa yang dikenal bangsa Iran.

“Bangsa Iran tidak mengenal bahasa ancaman. Karena itu, berbicaralah kepada rakyat Iran dengan hormat. Jika tidak, kami akan menjawab Anda dengan bahasa yang berbeda,” tegasnya.

Melalui pernyataan tersebut, Zolghadr kembali menegaskan bahwa Iran tidak akan mengubah sikapnya di bawah tekanan maupun ancaman dari Amerika Serikat. Menurutnya, bangsa Iran memiliki tradisi panjang dalam mempertahankan martabat, kedaulatan, dan kemerdekaan negaranya.

Ia menambahkan bahwa sikap Iran bertumpu pada keyakinan terhadap kekuatan bangsa dan peradaban yang telah bertahan selama ribuan tahun. Karena itu, setiap bentuk agresi maupun tekanan terhadap Republik Islam Iran, menurutnya, akan dijawab secara tegas, terukur, dan proporsional.

Zolghadr menegaskan Iran akan terus mempertahankan kedaulatan, keamanan nasional, dan kepentingan negaranya, sembari tetap berpegang pada prinsip menolak campur tangan asing dan segala bentuk ancaman terhadap Republik Islam. []

Baca juga: Di Qom, Lautan Manusia Membentang hingga Cakrawala Mengiringi Perjalanan Terakhir Syahid Imam Ali Khamenei