Khutbah
IRGC Jawab Seruan Pemimpin Revolusi: Amerika Akan Menerima “Pelajaran yang Tak Terlupakan”

Ahlulbait Indonesia, 21 Juli 2026 – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dalam pernyataan resminya sebagai jawaban atas pesan strategis Pemimpin Revolusi Islam, menegaskan, “Kami akan memberikan kepada Amerika pelajaran yang tak terlupakan; sebuah pelajaran yang akan membuka jalan bagi tegaknya pemerintahan global kaum tertindas.”
Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin malam (20/7/2026) melalui pesan resmi Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai bentuk “Labbaik” atas pesan strategis Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Imam Sayyid Mojtaba Khamenei.
Berikut isi pesannya:
بسم اللّه الرّحمن الرّحیم
(یُرِیدُونَ لِیُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ)
“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut mereka, sedangkan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.”
(QS. Ash-Shaff: 8)
Baca juga: Pemimpin Revolusi: “Tanda Tangan Presiden Amerika Tidak Bernilai dan Tidak Dapat Dipercaya”
Dengan menyampaikan salam dan penghormatan yang tulus kepada Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Pemimpin Bijaksana Revolusi Islam, Ayatullah Imam Sayyid Mojtaba Khamenei.
Pesan strategis, penuh hikmah, dan membangkitkan kehormatan dari Yang Mulia dalam menjelaskan hakikat di balik prosesi pemakaman bersejarah yang belum pernah ada sebelumnya bagi Pemimpin Syahid Umat, sekaligus memuliakan epik kepahlawanan bangsa Iran yang beriman dan memiliki kesadaran, merupakan piagam abadi tentang kemuliaan, kekuatan, dan perlawanan. Pesan tersebut kembali menampilkan kebijaksanaan kepemimpinan Ilahi dalam membimbing bangsa besar Iran; sebuah pesan yang menyingkap hakikat musuh Amerika yang kriminal, menerangi cakrawala masa depan, serta menjelaskan tugas sejarah seluruh pencinta dan pembela Revolusi, khususnya para pejuang Islam, dalam menjaga Islam, Iran, dan Revolusi Islam.
Kami, para penjaga berpakaian hijau di barisan penjaga Wilayah (Wilayah al-Faqih) dalam Korps Garda Revolusi Islam, memandang pesan Yang Mulia sebagai perintah yang mengikat, ikrar Ilahi, dan peta jalan yang terang untuk melanjutkan misi menjaga kehormatan dan kemerdekaan negara. Dengan segenap jiwa, seiring dengan bangsa besar Iran, kami mengumandangkan seruan “Labbaik Ya Khamenei” dari lubuk hati yang terdalam.
Kami berikrar untuk senantiasa menjadi penjaga keamanan, kemerdekaan, kehormatan, dan kemajuan bangsa ini dengan menjadikan iman, tawakal, kemandirian, kekuatan nasional, serta kepatuhan kepada Wilayah (Wilayah al-Faqih) sebagai pilar-pilar penyangganya. Kami tidak akan pernah mengaitkan masa depan negeri ini dengan janji-janji musuh pembunuh anak-anak, yang rekam jejaknya dipenuhi pengingkaran janji, tipu daya, dan permusuhan terhadap bangsa Iran. Berbagai pengalaman besar yang telah dilalui bangsa ini semakin meneguhkan keyakinan kami bahwa jalan menuju kemuliaan hanya dapat ditempuh melalui perlawanan, kewaspadaan, dan kekuatan.
Karena itu, kami memandang upaya memperdalam semangat keimanan dan motivasi Ilahi; terus meningkatkan kemampuan pertahanan, menjaga kesiapan tempur secara menyeluruh, mengembangkan kekuatan penangkalan, memperdalam penguasaan intelijen, menjadi pelopor di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mempertahankan inisiatif di seluruh medan, sebagai kewajiban yang tidak dapat ditangguhkan dan amanat yang bersumber dari iman, hukum, dan Revolusi. Dalam melaksanakan amanat tersebut, kami tidak akan pernah memberi ruang bagi kelengahan ataupun penundaan, walau sesaat.
Baca juga: Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei: Kami Berikrar Menuntut Pembalasan terhadap Para Penjahat
Kami menjadikan perintah bijaksana Yang Mulia sebagai pedoman utama. Kini, ketika Amerika yang kriminal kembali memilih jalan kesalahan, agresi, dan petualangan, kami tetap teguh pada ikrar ini: kami akan memberikan kepadanya “pelajaran yang tak terlupakan” sebagaimana telah Yang Mulia janjikan, dengan kekuatan, ketegasan, kebijaksanaan, dan kewibawaan. Sebuah pelajaran yang akan membuat setiap agresor jera untuk mengulangi kesalahannya, menghancurkan setiap ambisi pihak-pihak yang tamak, mengabadikan dalam lembaran sejarah hakikat tekad bangsa Iran yang tidak dapat dipatahkan, serta membuka jalan bagi tegaknya pemerintahan global kaum tertindas.
Sebagai pelaksanaan atas penegasan Yang Mulia mengenai pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas nasional, Korps Garda Revolusi Islam, bersama seluruh unsur Angkatan Bersenjata, menempatkan pemeliharaan solidaritas rakyat, penguatan front internal, perlindungan terhadap modal sosial Revolusi, serta pencegahan segala bentuk infiltrasi musuh ke dalam barisan yang menyatu antara rakyat dan Republik Islam sebagai salah satu tugas terpenting dalam amanat pengabdian Korps Penjaga Revolusi. Kami meyakini bahwa kekuatan pertahanan akan berdiri kokoh dan memiliki daya pengaruh hanya di bawah naungan persatuan nasional.
Baca juga: Ayatullah Mojtaba Khamenei: Ghadir Adalah Jalan Kepemimpinan dan Kebangkitan Umat
Para penjaga Wilayah yang berseragam hijau, dengan meneladani ajaran luhur Imam Khomeini, mengikuti tuntunan Pemimpin Syahid Umat, mengambil inspirasi dari darah suci para syuhada, serta menaati sepenuhnya perintah dan arahan Yang Mulia, akan tetap berpegang teguh pada ikrar abadi ini: hingga hembusan napas terakhir, tetes darah terakhir, dan segenap kemampuan yang kami miliki, kami akan tetap menjadi perisai kokoh bagi keamanan bangsa, penjaga kemerdekaan Iran Islam, pelindung kehormatan Republik Islam Iran, serta penjaga cita-cita Revolusi Islam.
Inilah seruan “Labbaik” yang lahir dari iman, berlandaskan bashirah (kesadaran yang mendalam), dihiasi keikhlasan, bertumpu pada kekuatan, dan dimeteraikan dengan darah suci para syuhada. Seruan ini akan terus bergema di bawah panji Wilayah al-Faqih. Para penjaga Wilayah yang berseragam hijau akan memaknainya bukan dengan lisan semata, melainkan melalui kesiapsiagaan, perjuangan, pengorbanan, dan kehadiran mereka yang penuh wibawa di setiap medan.
“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam
Baca juga: Pesan Pemimpin Revolusi: Revolusi yang Tahu Apa yang Tidak Boleh Dikompromikan







