Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Serang Kapal Induk dan Kapal Perusak AS

Published

on

IRGC mengumumkan serangan rudal balistik terhadap hanggar pesawat nirawak RQ-4 dan MQ-9 di Pangkalan Prince Hassan, Yordania, yang digunakan Amerika Serikat. Foto: Ilustrasi
IRGC mengumumkan serangan rudal balistik terhadap sebuah kapal induk dan kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Media ABI, 6 September 2026 – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan telah menyerang sebuah kapal induk dan sebuah kapal perusak Amerika Serikat dengan sejumlah rudal balistik. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut kedua kapal tersebut mengalami kerusakan sebelum meninggalkan zona konflik.

Pengumuman itu disampaikan Humas IRGC melalui pernyataan nomor 10 yang dipublikasikan Sepah News pada Minggu (6/9/2026).

Baca juga: AS Khawatir Iran Perluas Medan Serangan

Menurut pernyataan tersebut, Pasukan Dirgantara IRGC menembakkan sejumlah rudal balistik ke arah dua kapal perang Amerika. IRGC menyebut kapal induk dan kapal perusak tersebut sebelumnya mengganggu kapal-kapal Iran serta terlibat dalam blokade laut.

Setelah serangan berlangsung, kedua kapal disebut mengalami kerusakan dan meninggalkan wilayah konflik. Menurut IRGC, langkah tersebut diambil setelah kedua kapal menghadapi ancaman serangan berikutnya.

Dalam pengumuman yang sama, IRGC menyatakan Amerika Serikat telah mengakui bahwa dua kapal Angkatan Lautnya menjadi sasaran serangan. Pengakuan Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengenai operasi tersebut dinilai IRGC sebagai penegasan atas keberhasilan serangan dan kemampuan ofensif pasukan Iran.

“Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam menyerang sebuah kapal induk dan sebuah kapal perusak milik tentara agresor Amerika dengan sejumlah rudal balistik,” demikian salah satu bagian pernyataan IRGC.

Baca juga: Bom Amerika Jadikan Pesta Pernikahan di Iran Tragedi Berdarah

IRGC menegaskan akan terus mempertahankan Iran bersama unsur lain angkatan bersenjata negara tersebut. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut kehadiran masyarakat serta operasi pasukan Iran telah menghalangi musuh mencapai tujuan yang dinilainya sebagai tujuan bermusuhan.

Pada bagian akhir, IRGC memperingatkan Amerika Serikat agar menghentikan tindakan bermusuhan dan agresif. Jika tindakan tersebut berlanjut, angkatan bersenjata Iran akan memberikan respons yang lebih keras.

“Jika tindakan bermusuhan dan agresif berlanjut, rezim Amerika harus menunggu respons keras dari angkatan bersenjata Republik Islam Iran,” demikian pernyataan IRGC. []

Baca juga: Setelah Enam Bulan Perang, Intelijen AS Nilai Iran Kian Percaya Diri