Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Trump Tutup Rapat Citra Pangkalan AS yang Remuk di Tengah Klaim Kemenangan

Published

on

Citra satelit pangkalan AS yang terdampak serangan Iran dilaporkan dibatasi publikasinya oleh pemerintahan Trump.
Citra satelit memperlihatkan kerusakan pada salah satu pangkalan militer Amerika Serikat yang dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal Iran.

Ahlulbait Indonesia, 21 Juli 2026 – Di saat Washington terus mengklaim berada di posisi unggul dalam perang melawan Iran, pemerintahan Donald Trump justru dilaporkan berupaya mencegah publikasi citra satelit yang memperlihatkan kerusakan berat sejumlah pangkalan militer Amerika. Klaim kemenangan tampaknya tidak berjalan seiring dengan keinginan agar publik melihat kondisi di lapangan.

Mengutip Fars News Agency pada Selasa (21/7/2026), jurnalis Amerika Ana Kasparian, berdasarkan keterangan salah satu perusahaan penyedia citra satelit, mengungkapkan bahwa pemerintah Trump meminta sejumlah perusahaan satelit swasta agar tidak merilis gambar pangkalan-pangkalan militer Amerika yang mengalami kerusakan berat.

Baca juga: Rudal Iran Tembus Jantung Zona Keamanan Israel di Yordania

Langkah tersebut muncul ketika Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) berulang kali menyatakan bahwa Amerika Serikat berada di pihak yang memenangkan perang melawan Iran. Namun, jika kemenangan memang telah diraih, muncul pertanyaan mengapa citra satelit pangkalan yang terdampak justru perlu dibatasi penyebarannya.

Baca juga: IRGC Luncurkan Serangan Serentak Tiga Tahap terhadap Pasukan Amerika

Dalam sepuluh hari terakhir, setelah Washington kembali melancarkan serangan terhadap Iran, rudal-rudal Iran dilaporkan menghantam pangkalan-pangkalan militer Amerika di Yordania, Bahrain, Arab Saudi, dan Kuwait. Di tengah upaya membatasi informasi mengenai dampak serangan tersebut, sejumlah citra satelit yang telah beredar justru memperlihatkan kerusakan pada beberapa fasilitas militer Amerika.

Seorang pejabat Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang tidak bersedia disebutkan namanya menyatakan pembatasan publikasi citra satelit dilakukan dengan alasan “pertimbangan keamanan”. Ia juga menegaskan bahwa pasukan Amerika tetap berada pada tingkat kesiapan operasional tertinggi.

Meski demikian, sejumlah media Amerika melaporkan bahwa pemerintah hingga kini masih menyembunyikan jumlah sebenarnya personel militer yang mengalami luka-luka dalam perang melawan Iran. Bagi para pengkritiknya, bukan hanya citra satelit yang dijaga agar tidak terlihat, melainkan juga besarnya dampak yang ditimbulkan oleh perang itu sendiri. []

Baca juga: Serangan Iran Lumpuhkan ‘Mata dan Tangan’ Operasi Amerika Serikat