Internasional
IRGC Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Kuwait dalam Gelombang Ketiga Operasi Nasr-2

Ahlulbait Indonesia, 15 Juli 2026 — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan gelombang ketiga Operasi Nasr-2 dengan menggempur sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas serangan udara Washington terhadap posisi pertahanan Iran di kawasan pesisir.
Press TV melaporkan, Rabu (15/7/2026), operasi gabungan tersebut melibatkan satuan Angkatan Laut dan Angkatan Dirgantara IRGC yang mengerahkan rudal serta pesawat nirawak dengan sandi operasi “Ya Zain al-Abidin.”
Baca juga: Rudal IRGC Hantam Sejumlah Pangkalan Militer AS di Empat Negara Teluk
Dalam Pernyataan Resmi Nomor 10 Operasi Nasr-2, IRGC menyebut serangan itu menghancurkan gudang penyimpanan persenjataan beserta komponen kapal perang dan pesawat militer di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain. Sasaran lainnya ialah area penempatan drone MQ-9 di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, yang diklaim mengalami kerusakan berat hingga kehancuran.
Aksi tersebut merupakan respons langsung atas serangan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah instalasi pertahanan pesisir Iran pada Selasa (14/7).
Sementara itu Mehr News Agency melaporkan Angkatan Bersenjata Kuwait mengonfirmasi negaranya sedang menghadapi serangan. Seluruh unsur militer telah dikerahkan untuk menghadapi ancaman tersebut.
Menurut militer Kuwait, suara ledakan yang terdengar di berbagai wilayah berasal dari sistem pertahanan udara yang tengah mencegat rudal dan pesawat nirawak. Sejumlah media setempat juga melaporkan ledakan keras di beberapa lokasi, sementara sirene peringatan terus meraung seiring berlanjutnya gelombang serangan.
Baca juga: Tiga Pesan Strategis Operasi Militer Iran terhadap Pangkalan Amerika Serikat
Pembaruan berikutnya menyebutkan operasi pertahanan udara masih berlangsung untuk menghadapi rudal dan drone yang memasuki wilayah Kuwait.
IRGC menegaskan pembalasan akan terus berlanjut selama Amerika Serikat masih melakukan aksi militer terhadap Iran. Setiap agresi lanjutan, katanya, akan dibalas dengan respons yang “mengejutkan.”
Korps Garda Revolusi juga memperingatkan kelanjutan operasi militer Amerika Serikat akan menghambat pembukaan kembali Selat Hormuz sekaligus mengganggu ekspor minyak dan gas dari kawasan.
Sebelumnya, media Iran melaporkan serangan udara Amerika Serikat terhadap sejumlah wilayah di Iran bagian selatan, termasuk Pulau Qeshm, Pulau Kish, dan Andimeshk. []
Baca juga: Setelah Laporan soal Trump Terbit, Wartawan The New York Times Dipanggil Departemen Kehakiman







