Internasional
PM Pakistan Nyatakan Dukungan Penuh kepada Arab Saudi di Tengah Eskalasi Yaman

Ahlulbait Indonesia, 14 Juli 2026 — Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan dukungan penuh negaranya terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Arab Saudi serta menyerukan upaya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan di tengah meningkatnya eskalasi konflik Yaman, lapor Anadolu Agency (AA), Selasa (14/7).
Melalui pernyataan yang diunggah di platform X, Shehbaz Sharif menyatakan Pakistan berdiri bersama Arab Saudi dan mengecam setiap tindakan yang melanggar kedaulatan serta keutuhan wilayah Kerajaan. Menurutnya, tindakan semacam itu berpotensi semakin mengganggu perdamaian dan stabilitas regional.
“Pakistan berdiri mendukung kedaulatan dan keutuhan wilayah Kerajaan Arab Saudi,” tulis Shehbaz Sharif. Ia menegaskan bahwa Islamabad akan terus mendukung setiap upaya yang tulus untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas, keamanan, dan saling pengertian di kawasan.
Sementara itu, menurut laporan Islamic Republic News Agency (IRNA), pernyataan Sharif disampaikan setelah serangan udara terhadap Bandara Internasional Sanaa yang kemudian direspons Angkatan Bersenjata Yaman dengan meluncurkan sejumlah rudal balistik dan pesawat nirawak ke Bandara Abha di wilayah selatan Arab Saudi.
Baca juga: Angkatan Bersenjata Iran: Kami Berkewajiban Menuntut Balas Darah Para Syuhada
Di pihak Yaman, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menyebut serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa sebagai “agresi yang terang-terangan dan zalim”. Ia menegaskan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan dan Arab Saudi harus bertanggung jawab atas seluruh konsekuensi yang ditimbulkannya.
Sementara itu, anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah, Mohammad al-Farah, menegaskan bahwa setiap bentuk agresi terhadap Yaman akan dijawab secara tegas dan langsung.
IRNA juga melaporkan bahwa gelombang kecaman terhadap serangan tersebut terus bermunculan di berbagai wilayah Yaman. Aksi unjuk rasa rakyat dan pertemuan suku-suku bersenjata digelar di sejumlah provinsi, termasuk Hajjah, Raymah, Al Mahwit, dan Ibb.
Para peserta aksi menyatakan dukungan kepada Angkatan Bersenjata Yaman serta menyerukan respons terhadap serangan yang menargetkan Bandara Internasional Sanaa. Di Kabupaten Al Mahabishah, Provinsi Hajjah, para tokoh suku menggelar pertemuan sebagai bentuk solidaritas sekaligus mengecam serangan tersebut.
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Esmaeil Baqaei, turut mengecam serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta kedaulatan dan integritas wilayah Yaman.
Baca juga: Trump Beritahu Kongres, Operasi Militer AS terhadap Iran Berlanjut
Baqaei menilai serangan terhadap bandara sipil itu bertentangan dengan upaya diplomatik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, sekaligus melanggar kesepakatan gencatan senjata tahun 2022 beserta berbagai kesepahaman lanjutan yang bertujuan mencegah eskalasi konflik.
Ia juga menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil serta ancaman terhadap keselamatan pesawat penumpang merupakan pelanggaran serius terhadap hukum penerbangan internasional dan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.
Perkembangan terbaru ini kembali memperlihatkan rapuhnya situasi keamanan di Timur Tengah. Meningkatnya aksi saling serang antara berbagai pihak dikhawatirkan dapat memperluas eskalasi konflik dan semakin mempersulit berbagai upaya diplomatik untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan. []
Baca juga: Serangan Saudi ke Bandara Sana’a, Gagal Hentikan Misi Kemanusiaan Iran







