Internasional
Netanyahu Ancam Balas Serangan Iran dengan Kekuatan Lebih Besar

Ahlulbait Indonesia, 15 Juli 2026 — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan melancarkan serangan balasan yang lebih keras apabila Iran menyerang Israel. Pernyataan tersebut disampaikan saat mengunjungi fasilitas nuklir Dimona pada Selasa (14/7), di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menurut kantor berita Mehr, dalam kunjungan itu Netanyahu kembali mengemukakan sejumlah klaim mengenai Iran dan menegaskan bahwa Israel akan meningkatkan intensitas serangannya apabila menghadapi serangan dari Teheran.
Baca juga: Dosa Max Blumenthal Hanya Satu: Menjadi Saksi dari Teheran
“Jika Iran menyerang kami, kami akan membalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya,” ujar Netanyahu.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah berlanjutnya operasi militer Washington terhadap Iran. Di sisi lain, para pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa setiap tindakan yang mengancam keamanan dan kepentingan nasional Republik Islam akan mendapat respons yang tegas.
Sementara itu, media-media Israel melaporkan pemerintah telah meningkatkan status kesiapsiagaan menyusul perkembangan konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Harian Yedioth Ahronoth, mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan identitasnya, melaporkan bahwa Tel Aviv terus memantau secara intensif dinamika saling serang antara Iran dan Amerika Serikat sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap kemungkinan meluasnya konflik di kawasan.
Pernyataan Netanyahu disampaikan setelah sejumlah media Israel melaporkan peningkatan status kesiapsiagaan militer menyusul eskalasi konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat. Hingga kini, situasi keamanan di kawasan masih berada dalam kondisi yang tegang. []
Baca juga: Citra Satelit Perlihatkan Kerusakan Luas Pangkalan AS akibat Serangan Balasan Iran







