Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Hamas Sebut Proyek 12.000 Permukiman Baru Israel Percepat Aneksasi Tepi Barat

Published

on

Hamas mendesak PBB dan komunitas internasional mengambil langkah konkret menghentikan perluasan permukiman Israel.
Hamas mengecam rencana pembangunan 12.000 unit permukiman baru Israel di Tepi Barat dan menyebutnya sebagai bagian dari upaya memperluas penguasaan atas wilayah Palestina.

Ahlulbait Indonesia, 15 Juli 2026 — Hamas mengecam keputusan pemerintah Israel yang menyetujui pembangunan 12.000 unit permukiman baru di Tepi Barat. Gerakan perlawanan Palestina itu menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Israel mempercepat aneksasi wilayah Palestina melalui ekspansi permukiman dan pembangunan infrastruktur. Pernyataan itu disampaikan Hamas dalam keterangan resmi yang dipublikasikan Shehab News pada Selasa (14/7).

Menurut Hamas, kesepakatan yang dicapai kabinet Israel bersama Dewan Permukiman Wilayah Utara Tepi Barat mencakup pembangunan 12.000 unit permukiman baru serta pengalokasian anggaran sebesar 8 miliar shekel atau sekitar 2,66 miliar dolar Amerika Serikat untuk memperluas infrastruktur kawasan permukiman.

Baca juga: Amerika Serikat Terus Bombardir Iran Selatan, Tiga Provinsi Kembali Disasar

Hamas menilai keputusan tersebut menjadi bagian dari kebijakan yang bertujuan memperkuat penguasaan atas Tepi Barat, serta mengubah komposisi demografis wilayah Palestina.

Dalam pernyataannya, Hamas menyebut pemerintah Israel terus mendorong pengambilalihan tanah Palestina dan perpindahan paksa penduduk sebagai bagian dari agenda aneksasi wilayah Palestina di Tepi Barat.

Kelompok tersebut menilai kebijakan itu semakin leluasa dijalankan karena didukung Amerika Serikat dan belum mendapat tekanan yang efektif dari komunitas internasional. Hamas juga menyinggung Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich yang beberapa kali menyatakan dukungan terhadap perluasan kedaulatan Israel di Tepi Barat.

Hamas selanjutnya menyerukan persatuan seluruh faksi Palestina untuk menghadapi kebijakan tersebut. Organisasi itu juga mengajak warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem meningkatkan berbagai bentuk perlawanan guna menggagalkan perluasan permukiman yang dinilai mengancam hak-hak rakyat Palestina.

Baca juga: Dosa Max Blumenthal Hanya Satu: Menjadi Saksi dari Teheran

Dalam pernyataan yang sama, Hamas menyebut pemerintah Israel terus meningkatkan operasi militer, perampasan lahan, serta pelanggaran terhadap tempat-tempat suci Palestina. Menurut Hamas, kebijakan itu tidak akan berhasil karena perlawanan rakyat Palestina akan terus berlanjut di kota-kota, desa-desa, dan kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat.

Hamas juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional mengambil langkah nyata untuk menghentikan perluasan permukiman Israel. Menurut kelompok itu, kecaman diplomatik tidak lagi memadai untuk menghentikan kebijakan yang dinilai mengancam hak-hak historis rakyat Palestina sekaligus semakin menjauhkan prospek penyelesaian konflik berdasarkan solusi dua negara. []

Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Kerusakan Fasilitas Strategis AS akibat Serangan Iran