Berita
NATO Siapkan Opsi Intervensi di Selat Hormuz

Ahlulbait Indonesia | 31 Mei 2026 — Ketua Komite Militer NATO, Laksamana Giuseppe Cavo Dragone, menyatakan negara-negara anggota Aliansi Atlantik Utara mulai mengerahkan kekuatan militer lebih dekat ke kawasan Teluk Persia dan membuka kemungkinan intervensi di Selat Hormuz apabila kondisi memungkinkan. Pernyataan itu disampaikan dalam forum keamanan Shangri-La Dialogue dan dikutip Kantor Berita TASS pada Minggu, 31 Mei 2026.
Baca juga: Kelompok Perlawanan Palestina Tolak Rencana Mladenov untuk Gaza
Dragone menegaskan NATO sebagai organisasi belum terlibat langsung dalam isu Selat Hormuz. Namun, negara-negara anggota aliansi disebut telah memindahkan pasukan dan aset militer ke sekitar kawasan sebagai bagian dari langkah antisipatif.
“NATO saat ini belum memiliki peran langsung dalam persoalan ini. Namun negara-negara anggota NATO memiliki peran dan sedang mendekatkan pasukan mereka ke kawasan. Jika kondisi yang diperlukan terpenuhi, mereka akan mampu menjalankan misi,” ujar Dragone.
Menurut dia, skenario yang dibahas tidak terbatas pada operasi NATO sebagai institusi resmi, melainkan kemungkinan pembentukan “koalisi sukarela” yang melibatkan negara-negara anggota NATO bersama mitra strategis Barat.
“Kami memiliki koalisi negara-negara yang bersedia berpartisipasi, baik dari anggota NATO maupun mitra yang sehaluan. Mereka sedang melakukan persiapan dan perencanaan agar dapat melakukan intervensi jika situasi memungkinkan,” katanya.
Baca juga: Rusia Peringatkan Barat Gunakan ISIS untuk Menyerang Iran
Pernyataan pejabat tinggi militer NATO itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi energi global. Sejumlah negara Barat dalam beberapa bulan terakhir dilaporkan mulai membahas berbagai opsi untuk menjamin keamanan navigasi dan lalu lintas maritim di kawasan tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu titik paling sensitif dalam geopolitik Timur Tengah karena menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi jalur utama ekspor minyak dunia. []
Baca juga: Diplomasi Mandek, Armada Tempur Bergerak, Timur Tengah Kembali di Tepi Perang







