Internasional
Yaman Peringatkan Saudi Soal Risiko Serangan terhadap Infrastruktur Energi

Ahlulbait Indonesia, 19 Juli 2026 – Anggota Biro Politik Gerakan Ansharullah Yaman memperingatkan pemerintah Arab Saudi bahwa Riyadh akan memikul tanggung jawab atas segala konsekuensi apabila sumur minyak, jaringan pipa, kapal tanker, kilang, pelabuhan ekspor minyak, hingga kompleks petrokimia di negara itu terbakar akibat eskalasi konflik.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Selama bertahun-tahun, Angkatan Bersenjata Yaman terus mengembangkan kemampuan rudal dan pesawat nirawak meski berada di bawah blokade dan tekanan militer. Kemampuan itu beberapa kali digunakan untuk menyerang sasaran strategis di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, termasuk fasilitas energi, sehingga memberi dampak terhadap dinamika keamanan regional dan bahkan pasar energi global.
Baca juga: Yaman: Tangan Washington Berlumuran Darah Anak-anak Iran
Serangan terhadap fasilitas minyak Saudi pada 2019, yang dikaitkan dengan Ansharullah, menjadi salah satu contoh paling menonjol dari kemampuan tersebut. Sejumlah laporan internasional juga mencatat perkembangan pesat teknologi rudal dan drone kelompok itu sebagai salah satu kemajuan paling signifikan dalam perang asimetris di Timur Tengah. Latar belakang inilah yang membuat setiap pernyataan Ansharullah mengenai potensi serangan terhadap infrastruktur energi Saudi selalu mendapat perhatian serius.
Ancam Infrastruktur Energi Saudi
Dikutip IRNA, Minggu (19/7/2026), anggota Biro Politik Ansharullah, Hizam al-Asad, melalui akun X menyatakan bahwa pemerintah Arab Saudi harus bertanggung jawab atas seluruh dampak apabila terjadi kebakaran pada sumur minyak, jalur pipa, kapal tanker, kilang minyak, pelabuhan ekspor, stasiun distribusi, hingga fasilitas petrokimia.
“Seluruh dampak lingkungan akibat kebakaran sumur minyak, jalur pipa, kapal tanker, kilang, pelabuhan ekspor minyak, stasiun, fasilitas petrokimia, dan seluruh asap yang akan disaksikan penduduk kawasan menjadi tanggung jawab rezim Saudi,” tulisnya.
Al-Asad menegaskan bahwa Ansharullah bertekad mengakhiri blokade terhadap Yaman serta membalas darah para syuhada dan penderitaan rakyat Yaman selama bertahun-tahun.
Saudi Dukung Agenda AS dan Israel
Peringatan tersebut diikuti kritik politik dari anggota Biro Politik Ansharullah lainnya, Mohammad al-Farah. Ia menilai Arab Saudi terus menyelaraskan kebijakan politik, militer, dan keuangannya dengan kepentingan Amerika Serikat dan Israel.
Menurutnya, Riyadh mengerahkan sumber daya politik, finansial, dan militernya untuk mendukung proyek-proyek Amerika di kawasan sekaligus melemahkan negara-negara yang mengambil sikap menentang Israel.
Baca juga: Angkatan Bersenjata Yaman Serang Bandara Abha, Balas Serangan Saudi ke Bandara Sanaa
Al-Farah juga menyebut Saudi masih memandang Yaman bukan sebagai negara berdaulat yang berhak menentukan kebijakannya sendiri, melainkan sebagai wilayah yang berada di bawah pengaruhnya. Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan agresi dan blokade yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Respons terhadap Pembukaan Kembali Penerbangan
Di tengah meningkatnya ketegangan, isu kemanusiaan turut menjadi perhatian. Wakil Menteri Luar Negeri pemerintahan Yaman, Abdulwahid Abu Ras, menegaskan bahwa rakyat Yaman bertekad memperoleh seluruh haknya tanpa bergantung pada bantuan pihak mana pun.
Ia mengatakan pembukaan kembali sebagian penerbangan menuju Bandara Internasional Sanaa belum memenuhi tuntutan pemerintah di Sanaa. Menurutnya, bandara tersebut harus dibuka sepenuhnya untuk seluruh tujuan internasional tanpa syarat.
Meski demikian, seorang sumber Ansharullah menyatakan pihaknya menyambut baik langkah tersebut apabila menjadi bagian dari kesepakatan menyeluruh untuk mengakhiri seluruh pembatasan terhadap Bandara Sanaa.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Yordania mengumumkan rencana melanjutkan kembali penerbangan antara Yordania dan Yaman dengan alasan kemanusiaan serta untuk mendukung upaya perdamaian.
Keterlibatan Israel
Di sisi lain, muncul pula laporan mengenai keterlibatan Israel dalam perkembangan terbaru konflik tersebut. Jaringan Al Mayadeen, mengutip seorang sumber militer senior di Kementerian Pertahanan Yaman, melaporkan bahwa pesawat Israel disebut turut membantu Arab Saudi menghadapi serangan balasan dari Yaman.
Menurut sumber tersebut, pesawat intelijen Israel jenis Gulfstream diterbangkan dari Pangkalan Udara Nevatim dan beroperasi di kawasan Laut Merah untuk menjalankan misi penyadapan komunikasi, pengumpulan intelijen, serta membantu melacak lintasan rudal dan pesawat nirawak Yaman setelah serangan Saudi terhadap Bandara Sanaa. []
Baca juga: PM Pakistan Nyatakan Dukungan Penuh kepada Arab Saudi di Tengah Eskalasi Yaman







